#Repost from @generasi_kaffah
"Untuk para ikhwan yang sudah mengenal Sunnah..sederhanakan kriteria 'bidadari' surgamu.
Kalau mau mencari yang sempurna,coba tengok ke syurga.Jangan tinggal di dunia.Semua yang ada di dunia ini berlebel *No body perfect*".
.
Jangan menolak wanita hanya karena tidak cantik...
Cantik,memang sangat penting bagi ikhwan .
Tapi ingat ilmu agama,keistiqomahannya dalam ketaatan akan membuatnya jauh lebih cantik dari hanya sekedar fisik..
.
Para calon ayah..anakmu tidak bangga memiliki ibu yang cantik bak ratu kecantikan.Namun ia tidak bisa mengajarkan anaknya tauhid..
.
Cantik,benar membuat kamu terpikat..Tapi hanya sesaat..Berdurasi loh..
Tapi kamu perlu menyadari bahwa kecantikan adab jauh lebih indah..yang akan membuatmu 'menetap' lama bersamanya...
.
Wallahu Yahdik
.
📝ummu jannatiy
.
.
.
.
.
.
note : faktanya yang muda pasti akan tua
Kamu mungkin pernah terluka,
Hingga hatimu mati rasa.
Hatimu seketika hancur berantakan,
detik itu kamu dibutakan.
Tapi sadarkah bahwa luka sebenarnya menguatkanmu?
Luka mengajarkanmu artinya menerima.
Menerima bahwa terkadang Allah punya rencana lain untukmu.
Mungkin ini cara Allah memisahkanmu dengan dia, yang tidak ditakdirkan untukmu.
Ambil sisi baiknya saja,
Pada akhirnya patah hati menjadikanmu pribadi yang lebih tegar.
Meski benar, tidak mudah untuk kembali percaya pada cinta setelah kamu tersakiti.
Kamu hanya perlu sedikit waktu untuk menata hati.
Dan bukan berarti kamu harus menjauh ketika ada seseorang yang mencoba mengkhitbahmu suatu saat nanti.
Apakah kita akan menggores sejarah yang mengesankan,
Atau justru menghinakan.
Apakah kita akan menjadi pribadi yang orang senang,
Atau justru menjadi pribadi yang dibenci orang.
Apakah kita akan menjadi seseorang yang banyak memberi manfaat,
Atau justru menjadi orang yang pro pada maksiat.
Apakah kita akan menjadi seseorang yang sering menyakiti,
Atau justru menjadi orang yang ikhlas mengobati.
Semua kembali pada pilihan masing-masing.
Akankah menciptakan sejarah yang baik,
Atau justru mencetak sejarah yang tak pernah mau orang lirik.
Karena sejatinya setiap kita Allah berikan kebebasan. Dan atas pilihan kitalah, kelak akan dimintai pertanggung jawaban.
Jika semua orang baik, maka tidaklah ada tantangan yang bisa di pecahkan, serasa hambar karena tak ada ujian.
Jika semua orang buruk, dimungkinkan dunia ini takkan bertahan lama, karena dunia akan lelah menanggung orang-orang yang terus berbuat kerusakan.
Maka, berhati-hatilah dalam melangkah, waspadalah dengan musuh yang nyata. Yaitu setan dan diri sendiri yang masih berkiblat pada nafsu, entah nafsu untuk melukai, menyakiti, bahkan mendzolimi.
Naudzubillah.
Semoga kita bukan termasuk kedalam deretan insan yang hidupnya tersia-siakan oleh sikap kita sendiri. Aamiiin. :)
Semangat untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik dari sebelumnya. :)
Boleh di-SHARE
Manda Ina Agustina :-)
Cinta itu menunggu, bukan terburu-buru
Bila dia hadir dan hatimu terlalu memburu
Itu namanya nafsu
Pikirkan sejenak, antara rasa dan logika
Siapa pun yang membawa, jangan hanyut akan janji
Bukan perkara tampang atau harta bergelimang
Tancapkan dalam hati, agama adalah patokan utama
Karena yang shaleh dan shalehah, tak kenal kata kompromi
Pacaran sebelum menikah bukan jalan yang diridhai.
Ingatlah, akan cinta Allah. Kita melakukan apa pun untuk-Nya, tak ada sesuatu yang terbuang percuma. Saat ini, saat teman-temanmu bersenang dengan kekasih tak halalnya, dan kau hanya bisa sendiri untuk menanti jodoh terbaik dari-Nya, sebenarnya Allah sedang menjaga dirimu. Menjaga kehormatanmu, menjaga perasaanmu agar tak tersakiti. Oleh karenanya, jangan iri, terus memperbaiki diri dan berdoa pada Allah agar kau didekatkan dengan yang terbaik menurut-Nya karena cinta Allah itu mahadahsyat.
Ali bin Abi Thalib berkata dalam syairnya:
Cinta kepada Allah itu bagaikan api, apa pun yang dilewatinya akan terbakar
Cinta kepada Allah itu bagaikan cahaya, apa pun yang dikenainya akan bersinar
Cinta kepada Allah itu bagaikan langit, apa pun yang ada di bawahnya akan ditutupnya
Cinta kepada Allah itu bagaikan angin, apa pun yang ditiupnya akan digerakkannya
Cinta kepada Allah itu bagaikan air, dengannya Allah menghidupkan segalanya
Cinta kepada Allah itu bagaikan bumi, dari situ Allah menumbuhkan semuanya.
ummu aufa
Doa
Setiap manusia pasti merasa resah ketika dia belum mendapatkan jodohnya. Terlebih ketika dia sangat mendambakan keluarga yang bahagia. Apapun kondisi yang sedang kita alami, kita perlu memahami bahwa itu sejatinya bagian dari ujian hidup. Sebagai orang beriman, jadikan itu kesempatan untuk mendulang pahala.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).
Anda yang saat ini sedang dirundung kecemasan dan resah, tidak lain itu ujian dari Allah. Jadikan keresahan Anda sebagai sebab untuk mengharap pahala dari Allah.
doa agar cepat dapat jodoh
Terkait dengan doa minta jodoh, ada beberapa cacatan yang perlu diperhatikan:
Pertama, kami tidak menjumpai ada doa khusus untuk meminta jodoh. Sementara beberapa lafal doa minta jodoh yang tersebar di masyarakat, sama sekali tidak menyebutkan sumber dan dalilnya. Untuk itu, sikap yang tepat adalah tidak mempraktikkan doa tersebut karena keyakinan bahwa itu bagian dari ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau dianjurkan dalam Islam.
Demikian pula, tidak ada amal tertentu untuk menyegerakan jodoh Anda. Beberapa keterangan tentang amalan untuk mempercepat jodoh, sama sekali tidak memiliki sumber dari syariat. Penjelasan selengkapnya bisa Anda dapatkan di:
Kedua, sesungguhnya tidak ada satu pun manusia yang memahami nasib perjalanan hidupnya. Bahkan seorang nabi sekalipun. Karena hal itu bagian dari ilmu gaib (rahasia) yang hanya diketahui oleh Allah. Allah berfirman menceritakan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ
“Andaikan aku tahu hal yang gaib, tentu aku akan berusaha memperbanyak mendapatkan hal-hal yang baik, dan aku tidak akan tertimpa kemiskinan…” (QS. Al-A’raf: 188).
Kaitanya dengan hal ini, tujuan sesungguhnya kita menikah adalah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup, bukan semata-mata menikah. Andapun tidak akan bersedia, ketika dipaksa menikah dengan pasangan yang bisa dipastikan akan menjadi masalah besar bagi kehidupan Anda. Sehingga tidak selayaknya kita memaksakan diri harus mendapatkan jodoh saat ini, bahwa bila perlu menikah sekarang juga.
Untuk itu, doa yang baik adalah doa yang diistilahkan dengan jawami’ ad–dua (doa yang kalimatnya padat namun luas maknanya). Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنَ الدُّعَاءِ، وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai jawami’ ad-dua (doa yang kalimatnya padat namun luas maknanya). Dan beliau tinggalkan yang lainnya. (HR. Ahmad, Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani).
Di antaranya adalah doa sapu jagad. Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
كَانَ أَكْثَرُ دَعْوَةٍ يَدْعُو بِهَا رَسُولُ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Doa yang paling sering dipanjatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ALLAHUMMA RABBANAA AATINAA FID-DUNYAA HASANAH WA FIL AAKHIRATI HASANAH WA QINAA ADZAABAN NAAR” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan doa ini, menunjukkan kita pasrah kepada Allah, agar memberikan hal terbaik untuk kehidupan kita di dunia dan akirat.
Ketiga, keterangan di atas, bukan bertujuan untuk menurunkan semangat Anda untuk menikah. kami hanya mengingatkan agar Anda tidak terlalu menggebu-gebu untuk segera mendapatkan jodoh, sehingga bisa jadi tidak mendapatkan sesuai harapan. Kemudian jika Anda menaruh harapan kepada seseorang, berdoalah kepada Allah dengan kalimat yang menunjukkan kepasrahan, seperti menggantungkan kepada kehendak Allah. Sebagai contoh misalnya, Ya Allah, jika dia baik untukku di dunia dan akhirat, jadikanlah dia pasangan hidupku dunia akhirat. Atau yang semakna dengan itu.
Permohonan semacam ini telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bentuk shalat istikharah. Keterangan lebih lengkap tentang tata cara shalat istikharah, bisa Anda dapatkan di:
Keempat, Allah memberikan jaminan bahwa lelaki yang baik, yang menjaga kehormatannya akan dipasangkan dengan wanita yang baik, yang menjaga kehormatannya. Sebaliknya, wanita yang buruk, yang tidak menjaga kehormatannya, akan dipasangkan dengan lelaki yang sama karakternya. Allah berfirman:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (QS. An-Nur: 26)
Ketika Anda berharap untuk mendapatkan pasangan yang baik, istri yang sholihah atau suami yang sholih, jadilah manusia yang baik, yang sholih, menjaga kehormatan, menjaga aturan Allah Ta’ala.
Diantara kita yang saat ini masih berada dalam kubangan maksiat, tidak bisa menutup aurat dengan sempurna, kurang bisa menjaga pergaulan, tidak hati-hati menjaga indra dan perasaan, sadarilah, bisa jadi Anda akan mendapatkan pasangan yang sama. Ingat/ untuk menuju hidup bahagia butuh pengorbanan.
Lazis wahdah
Inspirasi
"Dibaca Bagus Buat Intropeksi Diri"
1. Anak terkadang berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya
2. Anak terkadang merasa terkekang oleh orang tuanya
3. Anak terkadang merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya
4. Anak terkadang merasa bahwa dirinya tidak di sayang
5. Anak terkadang memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya
6. Anak terkadang membingungkan harta warisan
7. Anak terkadang menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan
8. Anak terkadang membentak orang tuanya saat berbicara
8 Fakta yang Tidak Diketahui Oleh Anak
1. Anak sering tidak mengerti jika di balik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya
2. Anak sering tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak
3. Anak sering tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak
4. Anak sering tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat dan disebut
5. Orang tua jarang sekali memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan anda
6. Orang tua telah mempersiapkan warisan terbaik (tidak selalu harta) untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah-susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek
Catatan: Jika Sahabat telah membaca pesan ini. Lanjutkanlah kepada seluruh teman Anda, biarkan berita ini dapat diketahui banyak orang dan membuat anak tersadar akan perbuatannya terhadap orang tua mereka. Sayangi orang tua kalian selagi mereka masih ada bersama kalian di dunia ini.
_From FB Bangga Berhijab_
Jodoh Itu Rahasia Allah
Selama apa kita menunggu
Sekuat mana kita setia
Sehebat mana kita merancang
Seteguh mana kita bersabar
Sejujur mana kita menerima ketentuan dari-Nya
Jika Allah telah menulis jodoh kita dengannya kita
tetap akan bersama dengannya.
Tapi, jika takdir Allah menentukan. . ., yang mana
kita bukan dengan dirinya kita tidak akan pernah bersama dengannya.
Karena tulang rusuk dan pemiliknya takan pernah
tertukar dan akan bertemu pada saat yang tepat
menurut ilmu-Nya.
Tiada yang "kebetulan" melainkan semuanya telah
dirancang dan sebaik-baiknya rancangan adalah
dari Allah.
Jadi.., tak usah galau ketika dia yang kau cinta pergi meninggalkanmu, karena memang dia bukanlah jodohmu.
Tak usah bersedih jika dia yang kau harap, tak kunjung datang, karena dia pasti akan datang disaat yang paling tepat.
Tugasmu adalah memperbaiki diri dan memantaskan diri, bukan malah sibuk mempercantik diri dan menjual diri.
Karena sesungguhnya dia sebagaimana dirimu.
Jika kau ingin pasangan yang shaleh, maka shalehkanlah dirimu terlebih dahulu. Karena diapun pasti menginginkan pasangan yang shalehah untuk mendampinginya.
Tapi.., jika kau hanya menginginkan dia hanya dari fisik dan harta yang ia miliki. Maka seperti itu pula yang dia harapkan darimu. Dan boleh jadi ketika kecantikan telah memudar. Ketika kekayaan tak lagi engkau miliki diapun akan pergi meninggalkanmu.
Maka, Pilihlah dia karena akhlak dan ilmu yang ada padanya. Agar ketika kau salah dia akan menasihati dan membimbingmu ke jalan yang benar.
_from FB wirdamansyur_
***Finding Husband***
Hari ini adalah 9 hari pernikahan gue… hahaha bayangin aja gue yang urakan kayak gini ternyata dapet suami yang macho (bukan mantan cowok ataupun mantan copet). Subhanallah bangetz… Solehnya dan pengertiannya, gak da yang nandingin deh.
Berhubung status gue yang masih mahasiswa tingkat akhir di kota hujan, so….mesti relain dah berpisah sama akang untuk satu minggu. Ya selain gue lagi nyelesein tugas akhir, akang yang seorang jurnalis juga mesti ngejar berita tentang kunjungan Presiden negaraku tercinta Indonesia ke negaranya David Bekam… eh Becham ding! Kita berdua mesti sabar, baruuuu aja nikah dua hari udah kepisah jarak dan waktuuuuu …. yaelah lebai.
Tapi well, akhirnya hari itupun berakhir. Hari ini yayangku pulang dari London. Dan yang paling so sweeeeet… Akang pengertian banget. Tahu gue lagi riweuh dia gak mau gue jemput di Bandara, doi bilang “jemput aja akang di stasiun bogor”. Akang ni sebenernya bukan orang sunda, doi orang Sulawesi, orang Bugis tepatnya. Gue yang orang sunda dengan spontan saat hari pertama kita nikah, dia gue panggil akang. Mulanya dia ketawa karena belum ada yang pernah panggil dia gitu. Tapi apapun akan akang lakukan demi kebahagian gue, istri tercintanya hehehe…
Kita sebelumnya gak pernah kenal dan baru ketemu 5 kali, pertama saat MR gue dan MR nya mempertemukan kami di sebuah mesjid di Kota Bogor, kedua saat dia datang melamar ke rumah, ketiga saat akad nikah, keempat dan kelima yaitu dua hari setelah pernikahan. Hahahaha kocak. Dia usianya emang lebih tua dari gue sih, mmmm…. kalo gak salah 10 tahun. So, gak kaget deh dia suka perhatian.
Tapi lemotnya gue, gue istri yang kagak guna. Selama doi pergi dan gue sibuk sama tugas akhir, gue lupa nyimpen fotonya dia, semua foto pernikahan pun ketinggalan di kampung. Helloooo ni zaman udah modern kaleee, iye tapi gue ubek-ubek Fb dan twitternya doi, tetep aja gue gak nemuin fotonya. Maklum orangnya juga gak narsis, so yang banyak di FB nya hanyalah foto-foto liputannya.
Dengan berbekal memiliki no Hp nya, gue yakin pasti bisa ngenalin wajah teduh suami gue. Bismillah…
Hari ini gue beda dari biasanya, hahaha temen-temen kemaren ngajarin gue dandan, so hari ini gue dandan abis-abisan tapi gak menor juga. Ya…. melaksanakan sunnah Rasul lah kawan. Di angkot, gue udah senyam-senyum serta dag-dig-dug serrr mau ketemu yayang. Tiba-tiba ada sms mampir ke HP….Taraaaa!!! Gue buka inbox ternyata dari akang.
“Yang, aku masih dikereta nih, baru di stasiun Cilebut. Maaf ya kalau kamu udah di stasiun ^^”
Waduh gimana nih, gue lagi kejebak macet sekarang, masih dalam angkot kadal (kampus dalam) pula. Harus cepet-cepet bales sms dan minta maaf nih. And Whaaaaaaaaaaaaaat… Hp gue mati,,,, Ya Karim gue lupa nge-charger Hp semalam. Mampus dah gue…
Satu jam kemudian gue tiba di stasiun, ngos-ngosan karena lari-lari mencari akang, tapi gue bener-bener lupa sama wajah suami gue, terus Hp gue juga mati. Ya Allah…berharap suami gue nyapa duluan gitu atau ngeliat duluan….
Ya Allah gimana nih, gue tengok kanan tengok kiri di stasiun tidak ada tanda-tanda kehidupan akang, hehehe …
Sekitar tiga puluh menit gue di stasiun, dan sampai saat itu pun gue gak nemuin suami gue. Ya iyalah orang lupa. Gue duduk lunglai di kursi stasiun, dan mulai putus asa. Malu rasanya dengan kebegoan gue yang lemot nginget wajah orang, suami sendiri lagi. Kan kalau gue bilang ke orang atau polisi, gue pasti bakal diketawain, masa gitu penganten baru lupa muka pasangannya.
Tepat disamping gue ada seorang cowok yang lagi tidur sambil memegang dua buah teh kotak yang bikin gue ngiler. Hehehe karena gue suka banget minum teh kotak. Ni orang tidur anteng banget, pake headset trus tidur di tengah-tengah keramaian kayak gini. Gue jadi inget diri gue sendiri yang mudah ngantuk juga di tempat mana pun. Sejenak gue liatin… nih orang jangan-jangan si akang, tapi tetep aja ngebleng di otak, gue kucek-kucek mata, tetep aja gak kebayang wajah akang.
Tiba-tiba aja orang samping gue terbangun, dia kaget melihat gue dan tersenyum manis getooo. Gue yang malu karena kepergok lagi ngepoin orang langsung minta maaf.
“maaf, maaf… maaf ya, maaf saya gak sopan. Saya lagi cari orang soalnya, saya kira mas orang yang saya cari….” gue minta maaf dengan membrondong kata maaf sama tuh cowok.
Tuh cowok malah mengernyitkan dahinya, dan langsung tersenyum ramah.
“Iya mbak gapapa. Emang mbak lagi nyari siapa?” Tanyanya, yeee ni orang malah yang ngepoin gue.
“su…eh…. orang yang baru pulang dari London” aduh hampir aja keceplosan, bisa diketawain gue kalau gue lagi nyari suami gue sendiri di stasiun.
“saudara mbak?” dia balik nanya.
“Hehehe, aduh mas susah saya ungkapkan dengan kata-kata” ngelesssss yang pinter biar gak keliatan bloon.
“Oh…”
“Eh nih saya punya teh kotak, mbak mau?” tiba-tiba banget nih orang nawarin teh kotak yang gue sukai, tapi gue inget pesan nyokap katanya kalau di tempat umum jangan gampang nerima makanan atau minuman dari orang yang gak kita kenal, tahu-tahu itu udah dikasih obat bius atau semacamnya, trus gue ntar pingsan dan gue dirampok ma orang itu, atau gue diculik….haaaaah My God jangan dong gue kan belum ketemu akang, masa ntar tragis banget di koran “Seorang Istri Jurnalis, mati mengenaskan di Stasiun” waaaaah gak banget… imajinasi gue yang terlalu ngalir kadang juga lebai. Sebisa mungkin gue tolak dengan halus tanpa menyinggung masnya.
“mmmm makasih mas, saya lagi gak haus. Silahkan buat mas saja” tak lupa tersenyum manis agar masnya gak tersungging eh tersinggung.
“mbak gak coba menghubungi orang yang mbak cari, siapa tahu saja ternyata orang yang mbak cari sudah pulang”
OMG. Iya juga ya, karena akang kelamaan nunggu, akang pulang duluan gitu ke rumah, mungkin aja kan, lagian gue kan gak bisa dihubungi karena Hp lagi mati.
“mbak… mbak….” cowok itu mengibaskan tangannya ke depan muka gue yang lagi bengong.
“Eh iya mas…”
“mbak, sudah coba hubungi belum orang yang mbak cari?” tanyanya lagi padaku
“mmmm…Hp saya mati jadi gak bisa hubungi dia”
Cowok itu membuka ransel, mengambil Hp dan menyodorkannya pada gue. “Nih mbak, saya pinjamkan Hp saya. Mbak hafal nomor Hp orang yang mbak cari gak?
Nomor HP…. Ahaaa!!! Aku ingat nomor Hp akang, maklum karena kurang kerjaan kalau ngelamun, ya ngafalin nomor Hpnya.
“Oh iya, saya hafal nomor Hpnya”
“berapa mbak nomor Hpnya biar saya ketikin”
Ya ampun nih cowok, mau ketikin segala, dipikirnya gue kagak bisa apa ngetik sendiri…
“0812xxxxxxxx”
Dia memberikan Hpnya…
“Nomor yang anda hubungi sedang sibuk” yaaaa sibuk… tambah lemes deh
“Nih mas, terima kasih. Orangnya gak bisa saya hubungi”
Saat melihat Hp ni cowok gue jadi inget sesuatu….
“Oh iya, Hp mas setipe sama Hp saya deh. Mas bawa chargeran Hp gak?” Ngarep banget gue…
“Bawa mbak. Boleh, silahkan mbak pinjam.” Dia kembali mengambil barang dari ranselnya dan memberikan chargeran Hpnya.
Tanpa pikir panjang gue langsung tengok kiri-kanan mencari sumber listrik.
“Mas, saya pinjam bentar ya chargerannya. Mas masih lamakan disini?”
Cowok itu tersenyum dan mengacungkan jempolnya, tanda iya.
Gue langsung lari mencari sumber listrik di stasiun ini, daaaaaaan akhirnya gue dapet colokan sumber listrik di sebuah warung penjual donat alias “Dunkin Donuts”.
Ckckckck, seumur hidup baru ke dunkin donuts Cuma buat nyarjer Hp. Tanpa pikir panjang gue langsung colokin tuh chargeran ke colokan, setelah satu menit gue hidupin Hp.
Waaaaaa…. banyak banget SMS yang membrendel Hp gue dari dua nomor. Nomor akang dan nomor operator yang mengabarkan bahwa gue barusan dihubungi oleh nomor akang. Huhuhu akang maafin istrimu yang dodol ini, pasti akang sekarang juga lagi bingung nyariin….
Segera gue telpon suami gue tercinta.
“Tuuuuuuut…. Asalamualaikum” suara ngebass suami gue terdengar. Haduh gue makin merasa bersalah.
“Walaikumsalam, akaaang……” gue gak bisa meneruskan kata-kata gue karena malu.
“Halo… Ria sayang, kamu dimana dek?”
“akang aku…. aku…. akang dimana??? Maafin aku kang ….” nangis bombai gue karena merasa berdosa membuat suami gue menunggu.
“Dek, kamu kenapa nangis? Akang masih di satsiun nih, nungguin adek”
Haaaaaaah….. OMG ternyata akang masih ada di stasiun. Gue langsung nyari sesosok cowok yang lagi nelpon diluar Dunkin Donuts… aduuuuuh terlalu banyak orang di stasiun.
“akaaaaang… akang maafin aku, akang dimana? Aku segera jemput akang nih”
“Tut tut tut tut” bunyi Hp dimatikan. Huaaaaaa jangan-jangan akang marah, jadi matiin Hpnya. Gue lemes tak berdaya, dan menutup wajah dengan kedua tangan.
Tiba-tiba sebuah teh kotak disodorkan ke samping gue.
Gue kesel amat nih sama pelayan dunkin donuts, gak tahu apa orang lagi sedih.
“Maaf mbak saya gak pesen teh kotak” jawab gue ketus.
Kok pelayannya diem. Gue menoleh kepada orang yang memberikan gue teh kotak, eh ternyata bukan pelayan tapi cowok yang gue pinjem chargerannya. Mungkin dia mau ambil chargerannya kali ya.
“Eh mas maaf, ini chargerannya mau diambil ya” gue langsung mencabut chargeran dari colokan sumber listrik dan menggulungnya.
“Akang ada di depan kamu sayang….”
Whaaaaaat !!!! ni orang berani banget…. eh tapi tunggu maksudnya apa, gue mengernyitkan dahi bingung dengan apa yang dikatakan cowok pemilik chargeran.
“Maksud lo?” dengan spontan gue nanya. Dia mengernyitkan dahinya.
“Maria Ulfa, ini akang. Pria yang nikahin Ria sembilan hari yang lalu” jawabannya mantap sambil tersenyum.
Gue melongo dan salting, sumpah gue masih gak percaya, apa iya cowok depan gue akang. Parah bangeeeeeeeeeeet.
“Hari ini akang masih maafin kamu karena kamu lupa wajah akang, tapi satu hal yang harus kamu inget….. Insya Allah akang gak akan lupa sama wajah polos istri akang tersayang hehehehe”
Air mata gue berderai tak tertahan… gue bener-bener malu, jadi selama beberapa menit yang lalu gue kelihatan banget begonya depan suami gue sendiri.
“Diminum Teh Kotaknya, waktu akang baca CV kamu, katanya minuman kesukaan kamu teh kotak kan?”
Huaaaaaaaaaa… tambah malu gue, dia bisa inget apa yang jadi kesukaan gue, sedangkan gue sama wajah suami gue sendiri aja lupa.
“Akang…. aku…” pipiku memerah seketika menahan malu.
“Sebelum pulang kita makan donat dulu ya disini” tangan akang mencubit pipi merahku.
Disadur dari kisah nyata
(Herlin Herliansah)
"Jangan Pernah Menyakiti Wanita"
Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.
Melalui sebuah pesan broadcast di Blackberry Messenger, renungan ini mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.
Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.
Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.
"Ya Allah, mengapa sih wanita sering menangis...??? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya...!!!" (keluh pria itu.)
"Karena wanita itu unik. kami di ciptakan Allah SWT tidak sama seperti kamu. kami kaum wanita adalah makhluk yang istimewa:
⇉ Kami di kuatkan bahunya untuk menjaga anak²mu kelak.
⇉ Kami di lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.
⇉ Kami di kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
⇉ Kami di teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.
⇉ Kami di beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.
⇉ Kami di hembuskan kasih sayang agar kami bisa mencurahimu dengan perhatian.
⇉ Kami di buat matanya lentik karena kami akan menjadi jendela kedamaian.
⇉ Kami di buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.
⇉ Kami di buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.
Tapi jika suatu saat Kami menangis...
Itu karena Kami di berikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan...!!!"
Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. "Aku akan membantumu menghapus luka batin itu...!!!" (jawab sang wanita.)
_From Fb Bangga Berhijab_
7 Keajaiban Ayat Kursi
1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.
2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.
3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk surga, kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah di sekitarnya.
4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi-nabi serta Allah melimpahkan padanya rahmat.
5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.
7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.
Dari Abdullah bin 'Amr ra., Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
_From Fb Bangga Berhijab_
Aku Terpaksa Menikahinya (Kisah inspiratif untuk para istri dan suami)
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
_From FB Bangga Berhijab_
Azab Buat Perempuan Yang Tidak Mau Berhijab
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
Wahai Saudariku, kami mengingatkan sebuah pesan dari Nabi Kita, Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam tentang Hijab. Jangan menyesal kelak di hari Kiamat, bila Anda tidak mau membaca dan mentaati nasihat ini...
1. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya.
2. Perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya adalah : "Digantung dengan rantai api neraka di mana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini."
3. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah "PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI."
(Hadits diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim)
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا }
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahriim: 8)
_From Fb Bangga Berhijab_
Ternyata GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka’bah
Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan travel ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata: “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”
Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi di balik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, "Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam." (Jami Al-Tirmidzi Al-Hajj 877)
_From FB Bangga Berhijab_
Pedihnya Sakaratul Maut
Suatu ketika Nabi Idris telah dikunjungi oleh Malaikat Izrail.
Kemudian Beliau bertanya, "Hai Malaikat Izrail, kedatanganmu ini untuk mencabut nyawa atau berkunjung."
Lalu Malaikat Izrail menjawab bahwa kedatangannya itu untuk berkunjung dengan izin Allah.
Setelah mendengar jawaban Malaikat Izrail, Nabi Idris berkata lagi,
"Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan denganmu."
"Kepentingan apa itu?" kata Malaikat Izrail.
Setelah sejenak menghela nafas, Nabi Idris pun menjawab,
"Kepentinganku denganmu adalah supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali agar aku dapat lebih giat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratul maut."
Malaikat Izrail keheranan mendengar permintaan Nabi Idris.
Tapi Allah memberi wahyu kepada Malaikat Izrail agar dia mencabut nyawa Nabi Idris.
Seketika itu juga Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris a.s.
Setelah menjalankan tugasnya itu Malaikat Izrail menangis atas kematian Nabi Idris sambil memohon kepada Allah untuk menghidupkan kembali Nabi Idris a.s.
Kemudian Allah mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka Nabi Idris pun hidup kembali.
Malaikat Izrail bertanya kepada Nabi Idris a.s.
"Hai Saudaraku, bagaimana rasanya sakaratul maut itu?"
Nabi Idris a.s menjawab,
"Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya umpamakan binatang yang hidup dilepas kulitnya dalam keadaan hidup-hidup dan begitulah rasanya sakaratul maut bahkan lebih seribu kali sakit."
Kata Malaikat Maut,
"Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya. Itulah sahabatku sekelumit kisah tentang pedihnya sakaratul maut. Seorang Nabi pun juga merasakan hal yang sama dan terasa sangat pedihnya kala nyawa terlepas dari badan."
Semogo sedikit kisah di atas bisa sebagai pelajaran dan renungan untuk kita semua agar selalu meningkatkan bekal sebelum nyawa terlepas. Aamiin.
_From FB Bangga Berhijab_
"Kengerian Saat Melintasi Sirathal Mustaqim"

Pernahkah kita membayangkan menyeberangi sebuah jembatan yang begitu kecil dan tipis seukuran sehelai rambut dibelah tujuh? Begitulah kira-kira kalau kita mengumpamakan Jembatan Shirthal Mustaqim kelak. Sebuah jembatan yang akan menghubungkan Surga dan Neraka.
"Rasulullah SAW mengumpamakan bahwa sifat titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang." (HR. Ahmad)
Lalu seperti apakah kelak umat manusia dapat melintasinya?
Perjalanan umat manusia di atas Sirathal Mustaqim dapat ditempuh dengan bermacam-macam keadaan. Hal itu tercermin dari bagaimana mereka menghabiskan semua waktunya saat hidup di dunia. Berikut adalah macam-macam golongan manusia yang melintasinya:
- Ada golongan yang dapat melintasinya secepat kilat.
- Ada golongan yang dapat melintasinya seperti tiupan angin.
- Ada golongan yang dapat melintasinya seperti burung terbang.
- Ada golongan yang dapat melintasinya seperti kecepatan kuda lomba.
- Ada golongan yang dapat melintasinya secepat lelaki perkasa.
- Ada golongan yang dapat melintasinya secepat binatang peliharaan.
- Ada golongan yang dapat melintasinya dalam jangka waktu sehari semalam.
- Ada golongan yang dapat melintasinya dalam waktu selama satu bulan.
- Ada golongan yang dapat melintasinya selama bertahun-tahun.
- Ada golongan yang dapat melintasinya selama 25 ribu tahun.
- Ada golongan yang dapat melintasinya dengan tertatih-tatih.
- Ada golongan yang langsung terjatuh ke jurang api Neraka.
Rasulullah SAW bersabda, "Dan diletakkan sebuah jembatan di atas Neraka Jahannam, lalu aku dan ummatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Para Rasul berdoa pada hari itu: ‘Ya Allah, selamatkan! Selamatkan! Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pohon Sa'dan. Pernahkah kalian melihat duri pohon Sa’dan?"
Para sahabat menjawab, "Pernah, Ya Rasulullah."
Lalu Rasulullah SAW melanjutkan, "Sesungguhnya pengait itu seperti duri pohon Sa'dan, namun hanya ALLAH yang tahu besarnya. Maka banyak ummat manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia." (HR. Muslim)
"Suasana pada saat itu sangatlah mengerikan. Suara teriakan, raungan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirath yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah SAW dan Nabi-Nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia:
“Ya Allah, Selamatkan! selamatkan!"
"Ia (jembatan shirath) adalah sebuah jalan yang sangat licin. Dan kaki sulit sekali berdiri di atasnya." (HR. Muslim)
Sahabat yang dirahmati Allah,
Sirath di akhirat ini adalah wujud hasil daripada titian (jalan) hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Buah dari segala apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia. Barangsiapa yang selalu memilih di jalan Allah dan bepegang teguh dengan syariat Islam, maka sirath di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke Surga.
Akan tetapi sebaliknya,
Jika kita jalani hidup penuh dengan kemaksiatan, maka bersiap-siaplah diterkam api Neraka yang berkobar-kobar menyala di dalam Neraka. (sen)
Na'udzu billahi min dzalik.
Marilah sama-sama bertaubat sebelum terlambat,
_From FB Bangga Berhijab_
Apa yang terjadi pada akun facebook kita selepas kita mati?
B I S M I L L
Satu peringatan sebenarnya untuk semua muslimah
mari kita renungkan bersama
fikir-fikirkan bersama
Jika satu hari nanti kita mati,
akun facebook ini hanya kita yang tahu password
hanya kita yang boleh access..
dan selepas kita mati..
apa yang jadi pada akun fb kita?
mungkin ada yang akan ucapkan takziah
mungkin ada yang selalu menjenguk sebagai obat rindu
T E T A P I ...
Sadarkah kita
Gambar-gambar/foto-foto kita..
Akan terus membuatkan kita tersiksa di alam kubur?
Gambar-gambar/foto-foto yang tidak ditutupi aurat dengan sempurna
Bagaimana nanti?
Para lelaki terus-terusan melihat dalam waktu yang sama, karena siapapun boleh ngtag pada gambar-gambar/foto-foto kita itu
Walau sudah bertahun-tahun kita mati, gambar itu terus ada..
Saham dosa terus meningkat..
Bagaimana?
Pernah terfikir tidak?
Kerudung singkat yang dipakai itu, akankah menyelamatkan kita dalam kubur nanti?
Legging dan jeans ketat, bisakah menyelamatkan kita?
Baju yang membalut aurat itu, bagaimana?
Mungkin kini kita masih merasa tak sabar ingin berbagi cerita dengan gambar-gambar/foto-foto yang cantik,
tempat-tempat yang kita sudah lewati di muka bumi-Nya
Tapi di akhirnya nanti..
Semua itu tidak akan membawa arti
Semuanya hanya tinggal kenangan bagi yang masih hidup
Di alam kubur, semua itu tidak sedikipun menyelamatkan kita
Mari kita renungkan,
Saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi sehingga hari akhirat
Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupi kain kafan
Peliharalah dirimu sebelum dirimu dikapankan
Jagalah maruah/kehormatan diri sebagai seorang muslimah
Mati itu pasti
Persiapkan diri untuk mati itu perlu
Semoga Allah Azza wa Jalla ridha dengan renungan ini
Aamiin ya Mujibasa'illin ...
_From FB Bangga Berhijab_
Mengapa Jilbab Yang Di Salahkan?
“Aku paling gak suka liat cewe pake jilbab Bermesra-mesraan sama pacarnya”..
“Sama aku juga..mending gak usah pake jilbab aja sekalian”..
“Bener tuh...daripada pake jilbab tapi kelakuan kayak gitu”..
----------------------------------------------------------
Sering sekali kita mendengar teman-teman kita mengucapkan kata-kata seperti itu,..terutama mereka yang belum mengenakan jilbab...
Sungguh malang sekali nasib jilbab itu..yang salah orangnya..tapi jilbabnyapun ikut di hujat...
Yang lebih miris lagi mereka mengatakan..“mending gak usah pake jilbab daripada kelakuan buruk”. ..
Sudah tidak memakai jilbab..plus kelakuan buruk kok dibilang mending..??
Itu artinya menurut mereka perbuatan tercela itu pantas untuk dilakukan asal tidak memakai jilbab...
Bukankah perbuatan tercela itu tetap dosa dilakukan oleh manusia siapapun dia.. tak peduli dia kaya..miskin..laki-laki.. perempuan..memakai jilbab ataupun tidak.. besarnya dosa yang mereka lakukan pun sama.. hukuman yang mereka terimapun juga sama...
Lantas bagaimana mereka bisa berkata seperti itu..??
Manusia tak ada yang sempurna..Begitupun semua perempuan yang memakai jilbab...mereka juga hanyalah manusia biasa tempat khilaf dan lupa...
Tak ada tuntutan jilbab itu hanya boleh dipakai oleh mereka yang telah sempurna akhlaknya...
Bukankah sudah jelas bahwa jilbab wajib dikenakan semua perempuan islam yang sudah baligh seperti wajibnya shalat..
tak perduli sifat seperti apa yang mereka miliki...Tapi sungguh masih ada saja sebagian orang yang menganggap memakai jilbab itu hanya sunah...
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu..anak-anakmu yang perempuan dan isteri-isteri orang Mu’min...“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ”...yang Demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal.. karena itu mereka tidak diganggu...Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi maha Penyayang (Al-Adzhab :59)..
Janganlah jilbabnya yang di hujat..tapi ingatkanlah mereka...
Nasehatilah mereka jika kalian tahu perbuatan yang mereka lakukan itu salah...
Dan tidak harus sempurna dulu atau harus memakai jilbab untuk bisa mengingatkan saudaramu yang salah...
Namun alangkah baiknya jika kalian berjilbab sehingga nasehatmu pun didengar oleh mereka...
Bukankah saling mengingatkan sesama saudara muslim itu mendapat pahala..??
Jangan sampai iman pudar lalu hawa nafsu yang menang...
Ketika itu yang terjadi..maka cinta Allah yang agung tidak akan pernah bisa diindera, dirasa...Cinta antar manusia pun hanya akan berbuah malapetaka... Keinginan kita menuju surga-Nya akan sirna...
Kata-kata yang ada di sini TIDAK ADA hak cipta terpelihara untuk ilmu yang datangnya dari yang Maha Esa... Bahkan kita dituntut untuk menyebarkan apa yang kita tahu...Maka sebarkanlah apa saja yang sahabat rasa perlu disebarkan...Tidak perlu link kembali atau minta izin..Apa yang sahabat baca di sini hanyalah catatan.. akan menjadi ilmu yang manfaat apabila diamalkan.. Dan jika kita sampaikan ilmu yang kita ada pada orang lain..maka Allah akan menganugerahkan kepada kita ilmu yang belum kita tahu.. Terima kasih atas kunjungan dan semoga Allah temukan kita di syurga-Nya yang abadi.. Aamiin..
Nasehat dan teguran sangat ana harapkan demi kebaikan kita semua. Semoga kita termasuk orang yang menghidupkan AL'QURAN & Sunnah ketika banyak orang telah melupakan dan melalaikannya. Semoga Allah memberikan keteguhan kepada kita untuk bersabar di atas ketakwaan kepada-Nya hingga ajal tiba, Wallahul muwaffiq.
memohon ampun kepada Allah ta’ala atas segala kekurangan dan kesalahan yang ada, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin...
Penulis: Sultan Ihai Hairani Alsyaban Alaydrus , seorang mahasiswa Program Licence Universitas Al-Azhar Cairo Mesir Konsentrasi Hukum Islam
_From FB Bangga Berhijab_
#Galau Yang Syar'i #
PERTAMA: kegalauan karena dosa pada masa lampau, karena dia telah melakukan sebuah perbuatan dosa sedangkan dia tidak tahu apakah dosa tersebut diampuni atau tidak? Dalam kondisi tersebut dia harus selalu merasakan kegalauan dan sibuk karenanya.
KEDUA: Dia telah melakukan kebaikan, tetapi dia tidak tahu apakah kebaikan tersebut diterima atau tidak.
KETIGA: Dia mengetahui kehidupannya yang telah lalu dan apa yang terjadi kepadanya, tetapi dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya pada masa mendatang.
KEEMPAT: Dia mengetahui bahwa Allah menyiapkan dua tempat untuk manusia pada hari kiamat, tetapi dia tidak mengetahui ke mana dia akan kembali (apakah ke Surga atau neraka)?
KELIMA: Dia tidak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau membencinya ?
Siapa yang merasa galau dengan lima hal ini dalam kehidupannya, maka tidak ada kesempatan baginya untuk tertawa.
[(Tanbiihul Ghaafiliin (I/213), Al Faqih as Samarqandy. Tahqiq 'Abdul' Aziz al Wakil, Darus Syuruuq, 1410H) "Ad -Dun-yaa Zhillun Zaa-il ", Penulis 'Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim].
Via muslimah.or.id
"Nyaman Menanti Jodoh..."
Saudariku…
Jika jodoh tak kunjung tiba.. padahal usia terus merambat dan manua.. maka dengarlah nasehat dari hati ini.
@Berprasangka baiklah kepada Allah
Saudariku.. pastilah engkau tahu bahwa Allah Ta’ala Maha tahu, engkau pun pasti mengakui bahwa Dia ‘Azza wa Jalla tidak pernah memutuskan sesuatu tanpa hikmah besar yang mengiringinya. Yakinlah bahwa dengan “tertundanya” saat pernikahan merupakan bentuk kasih saying-Nya pada kita; bisa saja agar kita terhindar dari suami jahat, rumah tangga yang tidak bahagia, atau bahkan dari mendapatkan suami yang membahayakan akherat kita. Dari sini maka akan muncul keridhoan dan kesabaran yang akan membuat hati terasa ringan.
@Hidup adalah ujian, jangan sampai kita gagal
Saudariku muslimah… Hakekat hidup adalah ujian, maka semua makhluk di kolong langit ini pun diuji. Sebagaimana pernikahan adalah ujian (ujian tanggungjawab, ketaatan pada suami, kesabaran menghadapi masalah, beratnya melahirkan dan mendidik anak, dsb) maka “kesendirian” pun ujian. Maka jangan sampai engkau gagal dan terjatuh pada kemaksiatan: Mencela keadaan, berpacaran, melakukan perzinahan, atau bahkan bunuh diri karena putus harapan, karena jika begitu syetan akan tertawa puas karena engkau telah terpeleset keluar dari jalur ketaatan, dan inilah hakekat kegagalan. JIka engkau sabar dan lolos ujian niscaya deraja dan “kelas”mu di sisi Allah akan naik dan mulia.
@ Allah memberikan kita kesempatan- agar lebih baik dapat
Bahkan bisa jadi engkau bersyukur, karena penundaan berarti juga sebuah kesempatan; kesempatan untuk memperbaiki diri, mengasah iman, amal shaleh, pengetahuan, pendidikan, karakter, dsb.. hingga dirimu makin kredibel, makin shalehah, matang dan berkualitas hingga engkau layak mendapatkan sosok yang juga “berkelas” iman dan lainnya. Bukankah Allah akan memasangkan yang baik dengan yang baik? .. apa jadinya jika kondisi kita masih “acak-acakan’ lalu dalam kondisi itu kita menikah dengan sosok yang juga begitu..? bukankah belum menikahnya kita benar-benar sebuah kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik?..
@ Jangan pernah menunggu- raih capaian kehidupan lainnya
Hidup terus berjalan apapun keadaan kita… maka jangan pernah rugi dua kali. Menikah hanyalah satu diantara puluhan agenda besar kehidupan. Maka Jangan pernah memfokuskan perhatian hanya pada penantian.. lalu agenda hidup lainnya terabaikan. “penantian” yang positif adalah dengan fight mensukseskan agenda kehidupan penting kita; menuntut ilmu agama, meraih strata pendidikan, memperbaiki sisi ekonomi, merawat fisik, kedewasaan dan pola fikir, dsb. Sehingga dengan begitu kita tidak merasa mannti, dan ketika kredibilitas diri kita meningkat pesat secara tidak langsung juga sebab bagi datangnya calon yg kredibel agama maupun dunianya. Coba bayangkan jika sekian tahun memperbaiki diri engkau menjadi muslimah yg alim, ahli ibadah, gelar makin banyak, punya usaha, fisik makin terawat.. kira-kira siapa yg akan datang ? :)
@ Berikhtiarlah
- Perbesar keyakinan dan prasangka baik kepada Allah bahwa kita akan mendapatkan jodoh yang terbaik pada saat yang tepat, tidak ada setitik pun fikiran bahwa kita tidak mendapatkan jodoh. Karena Allah berfirman dalam hadits Qudsi: “Aku (Allah) sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku..”.
-Masuki lingkungan yang baik, sehingga akan memperbesar peluang mendapatkan jodoh yang baik. Masuk ke komunitas pengajian akan memperbesar peluang mendapatkan suami aktifis pengajian dsb.
- Manfaatkan Orang-orang baik di sekitar kita; Orangtua, kawan yang shalehah, para ustadzah, kerabat yang baik termasuk jalan bagi ikhtiar kita.
- Ofensif dengan cara yang santun. Dalam Islam wanita boleh “memulai” .. tidak terlarang –jika menemukan sosok yang baik- untuk melakukan upaya menyampaikan keinginan, setelah melakukan penjajagan dan peluangnya cukup besar. Tentu melalui pihak ketiga dan dengan strategi yang baik; supaya jika terjadi penolakan maka martabat kita tetap terjaga.
-Ketulusan berdo’a. Senjata sangat ampuh yang sering dilakukan alakadarnya adalah do’a. Padahal jika dilakukan dengan sangat tulus dan serius, di waktu-waktu mustajab, serta menghilangkan semua factor penghalang bagi terkabulnya doa.. niscaya doa menjadi sebab signifikan bagi selesainya permasalahan hidup kita. Karena memang Allah Ta’ala Maha kuasa atas segala urusan makhluknya.
So, saudariku yang masih diuji dengan kesendirian.. engkau tidak perlu galau .. manfaatkan peluang ini untuk meraih masa depan terindahmu.. dengan memperbaiki diri dan mendapatkan suami terbaik.
_From FB Bangga Berhijab_
" Indah dalam HIJAB MU "
Saudariku...
Betapa indah tarian rambutmu
Bebas menari-nari di udara lepas
Di bawah terik cahaya sinar mentari
Melambai terseka hembusan angin
Saudariku...
Sungguh cantik balutan kepalamu
Ringkas pendek tertata rapi
Tampak membentuk lekukan tubuh indahmu
Tidakkah kau risih dengan keadaanmu seperti itu
Mengapa kau tak menutupinya dengan sempurna
Hinakah kau dengan jilbab yang melabuh
Panaskah jikah kau memakainya
Tidakkah kau tahu..
Panas akhirat itu tak sebanding dengan panas dunia
yang bisa menghanguskan tubuhmu
Mentari dunia yang mana tak sehebat neraka
Neraka di hari akhir di hari penentuan
yang akan menghanguskan keindahan rambutmu
tiada lagi yang terurai
tiada lagi yang tersapu lembutnya angin
Karenanya jadilah dirimu
Sebagaimana wanita-wanita berjilbab
Keanggunanmu terlihat selalu
Dalam balutan indah hijabmu
Tercermin keindahan akhlakmu
Karenanya jadilah dirimu
Sebagaimana wanita-wanita berjilbab yang melabuh
Kebersihan hatimu tampak dalam hijabmu
Keagungan jiwamu bersama dengan kidung zikirmu
Saudariku...
Betapa manis pelindung rambutmu
Terjulus sempurna dari atas sampai dadamu
Sungguh ayu paras tubuhmu
Terlihat jelas dari kesopananmu
Semuanya akan kembali pada hatimu
Hanya kau dan Dia saja yang tahu
Apakah niatmu tulus karena-Nya
Ataukah keadaan yang memaksamu
Adakah perasaan berlebih
Sungguh teramat meruginya
Kalau itu benar adanya
Neraka akan lebih kejam menjilatimu
Melebihi wanita tak berjilbab
Menyerupai wanita berjilbab rapi di leher
Karenanya jadilah dirimu
Sebagaimana wanita-wanita berjilbab labuh
Dengan perasaan takwa di dalamnya
Saudariku...
Dengan akhidah mahmudah yang terpatri dalam hati
Syari'at Islam yang mendarah daging dalam diri
Sungguh kebahagiaan akhirat akan engkau raih
Kenikmatan dunia akan kau rasakan
Sebuah gelar Muslimah Sholehah
Menjadi idaman para muslim shaoleh
yang tak sembarang bisa memilikimu
Muslimah Sholehah..
Jadilah dirimu Mujahidah
Mujahidah yang akan terus tuk berdakwah
Agar diri dan umat bisa terangkat
Mujahidah yang terus menyeru
Agar Islam kembali tegak
_From FB Bangga Berhijab_
"Manfaat Mengucapkan Kalimat 'Allah' Bagi Kesehatan"
Follow twitter: @kutipanhikmah
Dalam sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan oleh seorang profesor psycologist yang bernama Vander Hoven [ VH ] , di mana telah mengadakan sebuah survey terhadap pasien di rumah sakit belanda yang kesemuanya non muslim selama tiga tahun.
Dalam penelitian tersebut VH melatih para pasien untuk mengucapkan kata ALLAH [ Islamic pronouncing ] dengan jelas dan berulang-ulang. Hasil dari penelitian tersebut sangat mengejutkan, terutama sekali untuk pasien yang mengalami gangguan pada fungsi hati dan orang yang mengalami stress/ketegangan [ tension ].
Al-Watan, surat kabar Saudi sebagaimana telah mengutip dari peryataan profesor VH tsb, yang mengatakan bahwa seorang muslim yang biasa membaca Al-Qur'an secara rutin dapat melindungi mereka dari penyakit mental dan penyakit-penyakit yang ada hubungannya [ psychological diseases ]. VH juga menerangkan bagaimana pengucapan kata ALLAH tsb sebagai solusi dari kesehatan, ia menekankan dalam penelitiannya bahwa:
Huruf pertama dalam ALLAH yaitu 'A' dapat melonggarkan [ melancarkan ] pada jalur pernafasan [ respiratory system ], dan mengontrol pernafasan [ controls breathing ].
huruf konsonan 'L' di mana lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek relax.
VH menambahkan bahwa huruf 'H' pada ALLAH tsb dapat menghubungkan antara Paru-paru dan Jantung di mana dapat mengontrol system dari denyut jantung [ heart beat ].
Subhanallah, sungguh luar biasa kebesaran Allah SWT ini, di mana penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor non muslim yang tertarik dan meneliti akan rahasia Al-Qur'an ini sangat mengejutkan para ahli kesehatan di Belanda.
_From FB Bangga Berhijab_
"Kisah Jilbab Hati"
Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah.... Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga suatu malam...
Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga airnya kelihatan, melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamu’alaik um saudariku.”
“Wa’alaikumsala m.. selamat datang, saudariku,,”
“Terimakasih. Apakah ini syurga?”
Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum Syurga.” “Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini..”
Wanita itu tersenyum lagi. “Amalan apa yang bisa membuatmu kemari saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”
“Alhamdulillah. .”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka” kata wanita itu sambil setengah berlari.
“Apa dibalik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja syurga saudariku” larinya semakin cepat.
“Tunggu.. tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya. Meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang telah engkau lakukan hingga engkau begitu ringan?”
“Sama denganmu, saudariku” jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakaukan yang tidak aku lakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “ Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”
Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk kesyurganya tanpa jilbab penutup auratmu?”
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu memebuatmu mengikutiku memasuki syurga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan syurga ini untuk dirimu. Cukuplah syurga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”
Ia tertegun.. lalu terbangun.. beristigfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.
Semoga bisa diambil hikmahnya
_From FB Bangga Berhijab_
" 10 Dosa Besar yg wajib kita Hindari "
1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).
2. Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.
3. Merasa aman dari ancaman Allah SWT.
4. Berbuat durhaka kepada kedua orang tua.
5. Membunuh.
6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina.
7. Memakan riba.
8.Lari dari medan pertempuran.
9. Memakan harta anak yatim.
10. Berbuat zina.
Moga kita semua dimudahkan Allah untuk menghindari semua dosa besar, termasuk 10 dosa besar ini..Aamiin
Silakan simak inspirasi dan artikel lainnya di
semoga bermanfaat dan menginspirasi kita dalam kebaikan.
_From FB Bangga Berhijab_
Wahai Hati...
Bersabarlah dalam menanti...
Yakinlah janji-Nya adalah pasti...
Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih...
Wahai Jiwa...
Tenanglah dalam lara...
Percayalah bahwa janji-Nya adalah nyata...
Jangan pernah ragu dengan kehendak-Nya...
Dia lebih tau mana yang terbaik untuk para hamba-hamba-Nya...
Wahai raga...
Tetaplah istiqomah dalam asa...
Cinta yang suci sedang menguji keimanan kita...
Seberapa sabar kita dalam menunggu...
Seberapa kuat kita saat tertatih...
dan seberapa tegar kita di saat rapuh...
Segala uji dan coba-Nya tak pernah ada yang sia-sia...
Di balik itu semua pasti ada hikmah...
Dan keberkahannya, bersabarlah untuk suatu keindahan...
Kebahagiaan itu pasti kan datang untukmu...
Di saat yang indah, di waktu yang tepat...
Aamiin
_From FB Bangga Berhijab_
Do'a Seorang Gadis
Ya Robku...sesungguhnya aku memiliki seorang suami yang berada di atas bumiMu, aku tdk tahu dimana dia...siapa dia...siapa namanya...?
Aku memohon kepadaMu agar engkau panjangkan umurnya...berikan kesehatan baginya...berilah petunjuk kepadanya...agar ia mendatangi rumahku (untuk melamarku)...
(copas) dari Firanda Andirja
"JODOHMU CERMINAN DIRIMU"
Jika sekarang kamu sedang MEMPERBAIKI DIRI, INSYA ALLAH JODOHMU juga sedang MEMPERBAIKI DIRINYA..
Dan jika sekarang kamu
sedang MENJAGA HATI, JODOHMU juga sedang MENJAGA HATINYA..
ISTIQOMAHLAH dalam PERUBAHAN..
Bukan untuk 'dia' tetapi untuk DIA..
Percaya pada TAKDIR ILLAHI, andai tiba masanya, kamu akan bertemu dengan JODOHMU juga..
Teruskan PERUBAHAN yang BAIK itu..
Via Ta'aruf
_From FB Bangga Berhijab_
engkau yang rasakan demam, namun aku yang suram | engkau yang meriang, namun aku yang meradang | dalam, sayang
engkau berduka akupun merasa, engkau menderita akupun sengsara | engkau bahagia akupun berbangga, engkau bersuka-cita akupun tertawa
bila dua hati sudah terpaut satu, jalan didepan akan terbuka | bila semua didahului ilmu, amal perbuatan kelak berbuah pahala
cinta itu menjaga bukan merusak | menghormati bukan menghinakan
cinta itu melestarikan bukan membahayakan | ciri ketaatan dan bukan pengkhianatan
sayang itu lebih senang engkau menderita daripada dia | bukan menikmati dia lalu biarkan dia sendiri menderita
bila cinta adalah muridnya, maka sakit itu pelajaran | sudahi sekarang itu ksatria, daripada kehormatan jadi taruhan
kesendirian itu mendewasakan pria | kesendirian itu membuat wanita mulia | apabila kesemuanya dilakukan karena Allah
berdua itu memperkasakan lelaki | berdua itu membuat wanita berarti | apabila kesemuanya dilakukan karena Allah
berkumpul karena Allah, berpisah pun karena Allah | itulah makna mencintai karena Allah
_FB USTAD FELIX SIAW_
HAKIKAT JODOH ,,,
Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama..
Telah tertulis siapa yang menjadi Jodohnya dalam Kitab Lauhul Mahfudz maka..
Sejauh apapun mereka..
... Sebanyak apapun rintangan yang menghalangi..
Sebesar apapun beza diantara mereka..
Sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya..
Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya..
Meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya..
Meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa..
PASTI !!!!!!!!!
Tetap saja mereka akan bersatu..
Seakan ada magnet yang menarik mereka…akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu
Ya Allah....
Berikanlah kami Jodoh Terbaik menurut Pilihan_Mu ...
Aamiin ..
Kisah Nyata
Sepasang suami istri sedang menikmati makan malam bersama di rumah.
Mereka adalah pengantin yang baru menikah. Di tengah makan malam mereka, sang istri membuka pembicaraan..
Istri : "suamiku sayang, bolehkah aku melakukan usul?".
Suami : "boleh istriku sayang, silahkan!!".
Istri : "saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong..agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. bagaimana sayang"?
Suami : "baik istriku, insya Allah.."
*sambil tersenyum manis*
Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan pulpen.
Lima belas menit kemudian...
Istri : "sayang saya sudah selesai menulisnya.. apakah engkau juga sudah selesai?".
Suami : "iya , saya juga sudah selesai!".
Istri : "baiklah, sekarang tukar kertas kita masing2. Jangan ada yang dibuka dulu. Nanti dibaca secara terpisah setelah saya membereskan makan malam ini!".
Suami : "iya sayang!" *sambil kecup istri*
Si istri mulai membereskan makan malam dan suami lantas pergi ke kamar tidur.
Beberapa saat kemudian istri kirim sms kepada suami..
"suamiku, sekarang saya sudah selesai.
Silahkan buka kertasnya dan baca tulisannya di kamar. saya akan
membacanya di dapur " Sang suami langsung membuka kertas dan membacanya.
Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya.
Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas. Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar ..
Istri : "bagaimana suamiku, engkau telah membacanya?"
Suami : "sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu..maafkan aku," *air matanya semakin deras mengalir*
Istri : "iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu? padahal aku telah menulis segala kekuranganmu.."
Suami : "wahai istriku tercinta, tahukah engkau? aku mencintaimu apa adanya.. sehingga aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu Allah menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku..
aku mencintaimu karena Allah wahai istriku". *sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri*
Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.
" BismillaahiRRahmaaniRRaahiim "
Ya Rabb...
Tak kupinta dia untuk sempurna..
Tapi jadikan kami sempurna tuk saling mengisi kekurangan kami..
Tak kupinta dia datang dengan kesombongan atas apa yang diraihnya..
Tapi datangkan Ia dengan ketulusan cinta hanya kerana-Mu
Agar kudapatkan kebaikan dunia,agama dan akhiratku.....
Menjemput Jodoh dengan Shodaqoh
Ditengah kebahagiaan hidupnya dan kesuksesan karier, hatinya merindu sosok pendamping hidup. Impiannya mewujudkan keluarga yang indah pernah sekali kandas. Hal itu membekas didalam hati. Membuat hatinya terluka perih. Setiap kali ibundanya yang disayangi bercerita keinginannya untuk lekas menimang cucu selalu saja membuat air matanya mengalir membasahi dipipi. "Ya Allah, entah sampai kapan Engkau kirimkan suami yang terbaik dari sisiMu untukku?," ucapnya lirih.
Merenung dan terdiam dalam kesendirian. Dia yakin Allah akan mengutus seorang suami yang akan melamar dirinya.
Disela kesibukannya mengajar sampai kemudian disempatkannya mampir ke panti asuhan untuk bershodaqoh dengan harapan Allah segera memberi kemudahan unutuk menjemput jodohnya. Impian yang sudah lama dipendam. Kebiasaannya pergi ke toko buku adalah kebahagiaan tersendiri baginya. Seorang ikhwan disamping sedang asyik membaca buku, membuatnya penasaran, dilirik buku yang sedang dibacanya. Senyumannya mengembang, perbincangan hangat tentang buku membuatnya saling tertarik.
Perkenalan itu terus berlanjut.
Sore itu hatinya bergetar ketika membaca SMS dari ikhwan yang baru dikenalnya itu. "Assalamu'alaikum Ukhti, sholatlah istikharah memohon petunjuk kepada Allah, ana hendak melamar ukhti. Ditunggu jawabannya besok." Deg, jantungnya seolah berhenti. SMS itu membuatnya bersujud dihadapan Allah. Allah menjawab dengan kemudahan semua terjadi begitu cepat dan mengalir seolah tiada halangan. Proses walimah dilangsungkan dengan sederhana.
Wajah sang ibunda nampak tersenyum dengan penuh keceriaan. Menyaksikan pernikahan putri yang dicintai karena telah mengantarkan putrinya ke gerbang pintu kebahagiaan. Hati yang merindu telah datang jodohnya.
"Barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." ( Qs. Ath-Thalaq : 4).
Subhannallah...
Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya, mereka ibarat tasbih & benang pengikatnya yang terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya..
-Setia Furqon Kholid-
Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah.
Jika Allah penguasa semesta alam saja dia
tinggalkan, apalagi hanya seorang dirimu?
=============== =====
Kamu tak akan mendapati kaum yang
beriman pada Allah dan hari akhirat, saling
berkasih-sayang dengan orang-orang yang
menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun
orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-
anak atau saudara-saudara ataupun
keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang
yang telah menanamkan keimanan dalam
hati mereka dan menguatkan mereka dengan
pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan
dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka
kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap
mereka, dan merekapun merasa puas
terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka
itulah hizbullah (golongan Allah). Ketahuilah,
bahwa sesungguhnya golongan Allah itu
adalah golongan yang beruntung.
(QS: Al-Mujaadilah Ayat: 22)
=============== ======
Jangan menikah dengan lelaki yang suka
ninggalin sholat.
Sholat aja ditinggalin, apalagi kamu.
Jika hak-hak Allah penguasa semesta alam
saja berani diabaikannya, apalagi cuma hak-
hak kamu yang hanya makhluk lemah ?
Rasulullah shallallahu alaihi wa salam
bersabda, “Sesungguhnya batasan antara
seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan
adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan
shalat, maka ia kafir” (HR Muslim)
=============== =====
Jangan percaya dengan orang yang
melalaikan shalatnya, karena sebagaimana
dia melupakan Rabbnya, dia pun akan
menjual janji kepadamu dengan harga yang
murah (tidak bisa dipercaya).
=============== =====
Memang benar bahwa orang yang rajin
sholat belum tentu baik/sholeh, belum tentu
baik akhlaknya.
Akan tetapi lelaki yang baik/sholeh pasti rajin
sholat, dan tidak pernah meninggalkan sholat
fardhu.
=============== ======
Jangan menikah dengan lelaki yang
meremehkan agama, atau melalaikan agama,
apalagi menentang agama (yaitu agama
islam).
Jika hak-hak Allah penguasa semesta alam
saja berani diabaikannya, apalagi cuma hak-
hak kamu yang hanya makhluk lemah ?
=============== =======
=============== =======
Wanita bebas mencari suami dengan kriteria
apapun sesuai keinginannya (segi fisik,
kekayaan, keturunan, pekerjaan, sifat2, umur,
domisili, visi misi, kemampuan memberi
nafkah, tidak berpoligami, dll), namun ada 2
kriteria yang tidak boleh ketinggalan dalam
memilih suami yaitu: bagus agamanya dan
bagus akhlaknya.
Kiat-kiat Memilih Suami Sholeh:
1. Faham, Dan mengamalkan Al-qur’an Dan
Assunnah
2. Minimal Shalat 5 waktu (wajib) Dan
Puasanya
3. Tidak mau Berduaan Dan tidak mau
Menyentuhmu Sampai Allah Halalkan
4. Pekerja Aktif pada Rizki Yang Halal
5. Figur Penyayang Kepada Orang Tua, Kakak,
Adik Dan Sanak Family nya.
6. Pribadi yang Menyenangkan dan disenangi
para Sahabatnya.
7. Sangat hormat Pendapat & keluargamu.
=============== ====
Wanita pun berhak memilih.....
Berikut kriteria calon suami ideal yg
disebutkan oleh penulis kitab az zawaj al
islami as sa'id.
1. Baik agama dan akhlak.
2. Bisa membaca al Quran dan menghafalnya
walaupun sedikit.
3. Mampu dalam nafkah lahir dan batin.
4. Penyayang kepada isterinya.
5. Enak dipandang.
6. Mampu menjaga kesucian isterinya.
7. Tidak cacat dan berpenyakit yg menular.
8. Tidak mandul.
9. Jujur dan amanah.
10. Berasal dari keluarga yang baik.
11. Bertanggung jawab.
12. Bisa menjaga isteri dan mengasihinya.
13. Sumber rezekinya halal.
14. Berakal atau dewasa, bukan gila.
15. Terpelajar dan pengetahuannya luas.
16. Berbakti kepada kedua orangtuanya.
17. Suka bersilaturahim.
#Muslimah soleh berhijab syar'i
BISMILLAH
"indahx cinta dalam naungan ilahi"
KISAH NYATA NURANI
....KUNIKAHKAN PUTRIKU DENGAN MAHAR CINCIN BESI PUTIH .....
Dari Pak Zabir di Samarinda
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb
Pendengar Nurani yang budiman, aku adalah seorang ayah yang saat ini telah memasuki usia 58 tahun.., dari pernikahanku dengan istriku Yuanita –Rahimahallah- kami dikarunia seorang putri yang anggun dan cantik seperti ibunya, saat lahir kami memberinya nama -Rahma- , jujur, rahmah telah melengkapi kebahagiaan keluarga kecil kami, apalagi di semarang aku dan ibunya hanyalah seorang perantau dimana aku harus menuanikan kewajibanku sebagai seorang PNS dengan penempatan kerja sampai ke Samarinda..dan Alhamdulillah aku menikmati semua itu, bersama istri dan anak semata wayangku, kulalui hari-hari bahagia kami disana, sebagai anak pertama dan belum memiliki adik, rahma begitu kami perlakukan layakanya seorang princes, dimana setiap kebutuhannya selalu terpenuhi dengan baik.., dan sebagai seorang ayah, yang memiliki tanggung jawab penuh atas keluargaku, aku tidak segan2 memberikan apapun yang menjadi kebutuhan keluargaku, terutama istri dan anak semata wayangku, yang aku tahu saat itu, bahwa aku bekerja mencari nafkah semata2 untuk memenuhi kebutuhan dan membahagiakan keluarga kecilku.
Pendengar Nurani yang baik
Alhamdulillah dengan perjalanan waktu, Rahma tumbuh menjadi anak yang cerdas.., cantik dan anggun, dan yg membuat aku kagum dengannya, meskipun diperlakukan layaknya seorang princes, tak sedikitpun kulihat ada kecongkakkan dalam diri rahma, apalagi dihadapan teman sebayanya, bahkan jiwa sosialnya begitu sangat kental sekali kulihat, aku bangga padanya…, aku sangat berharap bahwa diusia dewasanya kelak, rahma akan tetap menjadi anak yang sosialis dan dermawan, sebagai orang tua..aku pun mulai menanamkan sebuah mimpi untuk masa depan putrid semata wayangku kelak…aku muali berangan2 bila kami diberi usia yang panjang, maka aku akan berusaha semampuku untuk menjadikan rahmah sebagai wanita terpandang dan memiliki jabatan tinggi dimasa depannya nanti..akun mulai berandai-andai bahwa pria yang bias menikahinya adalah pria yang harus memiliki kemapanan dari berbagai segi, agar anakku bias mendapatkan kebahagian penuh dari suaminya, mengingat bahwa rahma tumbuh menjadi anak yang sangat anggun…itulah mimpiku saat itu, mimpi seorang ayah yang berharap kebahagiaan penuh yg akan dirasakan oleh putrinya, mimpi seorang ayah yang menginginkan agar derajat keluarga dan anaknya akan semakin terangkat dengan menjadikan putrinya sebagai wanita berkelas dihari depannya nanti.., dan mimpi seorang ayah yang hidup diera modern saat ini…dan aku yakin mimpi itu bias terwujud dan bias menjadi nyata apabila aku bersungguh2 memberi dukungan padanya..
Pendengar Nurani yang baik
Berbagai upaya mulai aku lakukan.., apalagi ketika rahma mulai memasuki masa remajanya, dan memang benar..subhanallah..keanggunan dan kecantikan putriku semakin jelas terbias..dan aku yakin bahwa nilai dari kecantikan dan keanggunannya itu akan sangat tinggi, apalagi disekolahnya rahma juga tergolong anak yang cerdas.., meskipun tidak pernah meraih rangking satu dikelasnya, tetapi peringkat ke- 2 dan 3 selalu disabetnya, dan bagiku ini sudah lebih dari cukup.., sikap kedermawanan dan sosialnya rahmapun masih tetap melekat dalam dirinya.., hingga suatu hari ketika rahma memasuki bangku kelas 2 SMP, dia memintaku untuk memindahkannya ke sekolah muslim (pesantren), ujarnya suatu hari padaku sepulangnya dari sekolah :
“Assalamu ‘alaikum papa…”
“wa’alaikumussalam nak…baru pulang ya.., ayo sana ganti bajumu dan segera makan.., tadi sebelum istirahat siang mamamu sudah menyiapkan makan siang untuk kita..” selaku menimpali salamnya
“iya pak.., terima kasih…, oh ya pa.., papa lagi gak sibukkan?, ada sesuatu yang mau nanda ngomongin sama papa.., pentiiinggg skali…” ujar rahma lagi sambil tersenyum padaku…(Nanda adalah panggilan saying kami kepada rahma)
“Hmmm.., soal apa sih..bikin papa penasaran aja..” jawabku
“tapi papa gak sibukkan..?”
“tidak nak.., emang nanda mau ngomongin apa.., papa siap dengar…”
“gini lho pa..nanda tuh inggiiiiinnn skali bias berbahasa arab, trus ingin belajar banyak soal fiqih, aqidah dll.., nah.., bila papa berkenan, untuk tahun ke tiga ini, nanda ingin dipindahin ke Pesantren pa..please…nanda mohon pa..ya..ya….” ujar rahma padaku sambil memelas, sesaat aku tertegun menyaksikan tingkah lakunya, aku sendiri bingung dan tak tahu harus menjawab apa, namun perjalanan waktu membuat aku luluh dan mengabulkan permintaan putrid semata wayangku, tentunya dengan sebelumnya meminta pertimbangan dari ibunya.
Pendengar Nurani yang baik
Aku sangat bangga dengan prestasi yang dicapai oleh rahma, meskipun dia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya dipesantren namun tak sedikitpun membuat nilai2nya merosot, bahkan menurut penuturan kepala sekolah, hanya dengan beberapa pecan saja, rahma sudah bias menyesuaikan diri dengen beberapa pelajaran agama tambahan yg sebelumnya tidak pernah dia dapatkan dibangku sekolah umum, dan prestasi2 itu yang membuat aku dan ibunya bangga dan bahagia padanya.., akan tetapi saying, kebahagiaan itu berangsur2 lenyap dan berubah menjadi kesedihan, mana kala memasuki pertengahan semester, -Yuanita- ibunya rahma meninggal dunia karena penyakit diabetesnya. Kuingat betul sehari sebelum ia meninggal, yuanita sempat berpesan padaku, bahwa dia meminta agar aku benar2 memperhatikan putri semata wayang kami, bahwa aku selalu diminta untuk membuatnya bahagia dan tersenyum serta memintaku utnuk berupaya sedapat mungkin menjadikan rahma sebagai orang yang berguna bagi banyak orang…dan pesan-pesan inilah yang selalu membayang-bayangi fikiranku, saat itu aku berjanji pada diriku sedniri insya Allah aku akan mengabulkan semua permintaan yuanita meskipun itu rasanya berat bagiku, dan dengan permintaan dari ibunya itupulalah yg membuat aku lebih menyayangi putriku.
Pendengar Nurani yang baik
Perjalanan waktu membawa kehidupan putriku pada sebuah kemapanan, dimana usai menamatkan studinya di MTs, dan Madarasah Aliyah, sesuai dengan permintaannya, dia melanjutkan kuliah di sebuah Universitas Muslim dengan mengambil jurusan Hukum Islam, yg sejujurnya sebelumnya sempat aku tentang, karena besar harapanku untuk menjadikannya seorang politisi dengan mengambil jurusan Sospol, tapi mimpi itu kubuang jauh-jauh manakala ia memaparkan padaku tentang alasannya mengambil jurusan itu, dimana dia ingin mengetahui ilmu islam lebih dalam, dimana ia terlanjur mencintai semua yang berhubungan dengan islam dan dengan mempelajari itu semua insya Allah akan mengantarkannya pada sebuah keyakinannya untuk memeluk islam secara kaffah, bukan setengah-setengah, entahlah..aku tidak tahu mengapa keangkuhanku selalu luluh dihadapannya, padahal metode penyampaiannya bagiku terbilang biasa-biasa saja, rahma juga pernah menyuguhkan sebuah buku yang dibukanya lebar2 dimeja kerjaku, padahal aku tidak pernah memintanya, yah.., sebuah buku yang begitu sangat menggugah perasaanku, sirah sahabat dan sahabiyah, dan usai membacanya membuat nalarku semakin memahami berbagai argument dan alasan dari putriku mengapa ia ingin sekali berislam secara sempurna.., pendengar, suatu hari ketika memasuki semester duanya, tiba2 aku dapati rahma memakai busana muslim yang menurutku sangat aneh dan tidak biasa dikenakannya, iya.., setelah sebelumnya menyiapkan sarapan pagi untukku, aku melihatnya memakai busana muslimah lengkap dengan penutup wajahnya, aku sih sebenarnya sering melihat orang bercadar.., tetapi masih terlihat kedua bola mata mereka karena cadar itu tidak menutup sepenuhnya wajah mereka, tetapi pagi itu aku melihatnya ketika hendak kekampus dengan pakaian muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuhnya, bahkan selain cadar dia juga menggunakan sebuah kain hitam halus menutupi seluruh wjahnya, aku sendiri sempat linglung dan kaget menyaksikan semua itu karena menganggap bahwa ia bukan putriku melainkan sahabat sekampusnya yg mungkin menginap bersamanya semalam, tetapi mendengar suaranya saat mengucapkan salam pamit kekampus, aku baru tahu bahwa itu putriku, tak ada kata2 yang dapat kuucapkan selain berdiri terpaku memandanginya yang telah berlalu pergi, ingin sekali aku mengajarnya dan menghuajaninya dengan berbagai pertanyaan dengan kemarahan yang mulai menghinggapi benakku, tetapi aku tak bias mengejarnya karena ia telah berlalu dan menjauh dari rumah.., saat itu perasaan didalam hatiku mulai campur aduk, kesal, marah dan kecewa dengan perubahan putriku yang seolah mau berbuat apa saja tanpa meminta pertimbanganku, karena tak bias mengejar dan menghakiminya, maka kuniatkan untuk menantinya saat kembali dari kampusnya, dengan perasaan yang masih belum menentu aku menghampiri meja makan, dimana disana telah disediakan oleh putriku berbagai menu sarapan pagi ku, dengan lahapnya aku mulai menyantap masakan yg telah tersedia saat itu, sempat aku merasa kagum dengan putriku, sebab meskipun terbiasa dengan prilaku manja yg aku berikan, namun tak membuatnya terbuai dan menjadi sosok gadis pemalas, aku kagum dengannya, sebab selain cantik, cerdas, rahma juga adalah anak yg rajin, dan pandai memasak, seluruh sudut rumahpun selalu tampil cantik dan rapi hasil kerja kerasnya, akan tetapi mengingat perubahannya pagi tadi membuat rasa kagumku tiba2 hilang dan berganti dengan amarah yang ingin sekali kuluapkan dihadapannya, hingga usai menyantap makanan pagi itu, dan hendak mengambil minuman yang agak sedikit jauh dari tempat dudukku, tiba2 aku melihat ada sebuah buku terbuka lebar disamping gelas minuman yang telah disiapkan oleh putriku, sesaat jiwa kutu bukuku mulai menyapa, sambil meraih gelas itu, akupun perlahan meraih buku yang terbuka itu, kulihat dengan jalan lembaran yang terbuka itu adalah penjelasan tentang Bab Keutamaan menutup aurat bagi muslimah, kulihat disampul depannya buku itu bertajuk fiqih wanita, dan tak kubiarkan buku itu tergeletak begitu saja, perlahan-lahan aku mulai membaca kata demi kata dan kalimat demi kalimat dalam lembaran-lembaran yang telah terbuka itu, bulu kudukku semakin merinding saat membaca isinya, ttg keutamaan bagi muslimah menutup aurat serta ancaman-ancaman bagi mereka yang dengan sengaja mempertontonkan auratnya, saat itu mataku mulai berkaca2..aku baru mengerti mengapa pagi ini putriku tampil dengan muslimah yang syar’I, dan lagi-lagi keegoisanku luluh dengannya, kemarahankupun mulai sirnah dibuatnya, apalagi membaca sebuah kertas kecil yang diselipkan putriku pada lembaran itu..
“Assalamu ‘alaikum papa.., semoga Allah selalu merahmatimu dan memanjangkan usiamu, hingga hidayah-Nya akan menyapamu suatu saat.., sebelumnya nanada minta maaf pada papa, bila mulai hari ini ada yang berubah dalam diri nanda tanpa izin dari pada.., jujur..tidak ada yang lebih memotifasi diri ini selain keridhoan dari Allah Azza wajjallah, sehingga nanda akan selalu terhindar dari fitnah dunia dan dijauhkan dari tipu daya syetan, semoga niat tulus nanda ini juga akan beroleh ridho dari papa.., salam saying dari putrimu-nanda-“
Mataku berkaca-kaca usai membca goresan tangan putri semata wayangku itu, dan kemarahan dalam hatikupun perlaahan-lahan mulai mereda, sebab aku sudah memahami dan mengetahui alas an dari perubahan putriku saat itu, meskipun dalam hati kecilku selalu bertentangan dengan keinginanya, sebab betapa diri ini ingin sekali menjadikannya seorang wanita hebat dihadapan manusia, lalu bagaimana dia akan menjadi seorang PNS bila ia berbusana seperti itu, atau bagaimana nanti pandangan masyarakat bila mengetahui ada caleg wanita dengan penampilan seperti itu..ahh, ini mustahil..tapi disisi lain impian dari putriku begitu mulia..haruskah aku menentangnya.., itulah gejolak hatiku yang entah mulai ditunggangi oleh hasutan syetan yg terkutuk itu.
Pendnegar nurani yang baik
Disuatu hari lagi di penghujung tahun 2006, ketika dibuka pengangkatan CPNS secara serentak diseluruh Indonesia, aku menyarankan padanya untuk mengikuti seleksi itu, namun tak sedikitpun rahma meresponnya selain sunggingan senyuman dan anggukan halus dari wajahnya, aku paparkan keinginanku untuk melihat dia sukses menjadi seorang PNS, bahkan aku mulai membujuknya untuk sedikit saja menyepakati keinginanku untuk melepaskan busana muslimah yang dikenakannya setiap hari dan menggantinya dengan pakaiannya yg dulu, busana muslimah seadanya dengan jilbab segitiga.., tapi lagi-lagi rahma tidak memberi tanggapan yang berarti padaku selain senyuman dan sebarek kesibukannya mengurusi semua pekerjaan rumah, hingga lagi-lagi mana kala aku hendak keruang tengah menonton tayangan berita di TV, kembali kudapati segelas minuman hangat dan sepiring gorengan ada dimeja disertai sebuah buku yang terbuka lebar disamping hidangan itu..dan seperti biasa jiwa kutu bukuku kembali terusik, jujur aku mmang hobi sekali membca, bahkan Koran-koran bekas yang kutemukan dijalananpun tak kubiarkan menjadi penghuni sampah sebelum aku membacanya, dan buku yang terbuka lebar siang itu menjelaskan tentang Manfaat dan mudharat menajdi PNS, dengan seksama kubaca seluruh bab tentang itu.., dan kembali kengkuhan sikapku yang terlalu memaksakan putriku menjadi seorang PNSpun menjadi luluh.., tapi aku tidak habis fikir, mengapa rahma selalu menjadikan buku2 koleksinya itu sebagai teman makan dan santaiku, apa memang sengaja?, atau dia hanya sekedar lupa membawanya kekamarnya lagi setelah membaca buku2 itu..?, dan kalau memang dia telah memahami setiap perbuatan dan sikap yg dia tunjukan padaku, mengapa ia tak menjelaskannya secara langsung dihadapanku?, atau, apa memang dia jadikan ini sebagai media dakwah untukku?, karena dia telah mengenal tabiatku yg seorang kutu buku?, hmmm..benar2 sulit dimengerti.., pendengar.., begitulah sikap rahma padak, tak pernah sedikitpun dia mendakwahi diriku secara langsung, tetapi berbagai koleksi buku2 ttg pengetahuan islamnya selalu dia letakkan ditempat2 strategis yang selalu aku berada disana, sehingga tergelitiklah diriku utnuk mendekati, meraih dan membca buku2 itu.
Pendnegar nurani yang budiman
hingga waktu jualah yang membawa putriku pada kedewasaan hidup yang semakin mapan, dengan penampilannya sebagai muslimah, telah ada 2 lelaki yang dating bermaksud meminangnya, aku tidak tahu apa motifasi mereka, pertama seorang pria yang ngakunya kakak tingkatnya rahma yg 2 tahun sebelumnya telah tamat dan telah bekerja sebagai PNS di sebuah intansi pemerintah didaerah kami, Dani namanya. Pria ini sebenarnya sangat bersahaja, rapi dan sepertinya berpendirian kuat terhadap agamanya, Namun pria itu aku tolak karena nilai nominal yang dibawanya untuk melamar putriku jauh dari standar yang kuinginkan yaitu 45 juta, dan Dani tidak menyanggupi hal itu, 3 bulan setlahnya dating lagi seorang lelaki paruh baya bersahaja dengan jenggot tipis menghiasi dagunya yang tak lain adalah dosennya rahma, pria ini dengan terang2an kutolak karena usianya terlalu tua untuk putriku, dan dari segi omset pria ini hampir memasuki masa pensiunnya, dan aku yakin rahma juga sependapat denganku saat itu, hingga suatu pagi, sehari setalah aku menolak pinangan pria terakhir yang dating pada putriku itu, tiba2 putriku dating dengan wajah kesedihan diwajahnya.
“kenapa kau nak..koq cemberut gitu..”
“maaf pak..nanda Cuma ingin tahu, alasan papa menolak lamaran pria-pria itu ?”
“hmm..jadi itu yang membuatmu cemberut..gini lho nak..kau itu gadis anggun, cantik, cerdas, rajin dan masih banyak kelebihan yang kau miliki.., yah menurut pandangan papa kau adalah gadis yg sempurna dengan semua kelebihanmu itu, maka..haruskah papa membiarkan begitu saja kau menikah dengan sembarang pria yang tidak bias menyeimbangi kelebihanmu?, tentu tidak nah..,kau tahu..sejak kecil papa telah membangun sebuah impian besar untuk menajdikan seorang wanita terhormat sehingga tak boleh sembarang pria dating melamarmu, apalagi samapi menikahimu.., jadi jelaskan..mengapa papa menolak pria2 itu..?, alasan pastinya adalah bahwa 2 pria yg dating kemarin itu belum memenuhi stadar keinginan papa..”jawabku ketus
“astagfirullah pak.., mengapa papa menajdikan tingakat dan status ekonomi mereka sebagai standar penilaian utk menjadi suamiku..?, begitu murahkah aku dimata papa sehingga papa menjadikan materi sebagai patoakn utama untuk menerima pingan itu?, aku mohon pak.., aku ini putrimu, bukan sebuah barang yang hargus dipatok dengan harga tertentu..”ujarnya menanggapi argumentku
“Rahmah..kau bicar apa sih, semua ini papa lakukan untukmu nak..”
"Papa..sejak kecil aku tidak pernah meminta apapun pada papa.., semua keingnan papa tak satupun yg luput dari lalaiku..semuanya kupenuhi, maka, izinkanlah aku meminta sesuatu pada papa..aku tahu ini berat..tapi tak ada kebahagiaan yg bisa ...aku rasakan selama hidup ini kecuali bila permintaanku ini dapat papa penuhi..." ujar rahma padaku saat itu..
"apa itu nak.." tanyaku lagi
"Aku mohon sama papa.., Bila ada seorang pemuda sholeh datang padaku dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki, maka aku minta pada papa terimalah pinangannya, apapun maharnya untukku.., meskipun hanya sebuah cincin berkarat yang tidak berarti dimata papa.., sebab bagiku..Cukuplah Kesholehannya yang bisa menjadi mahar bagiku..selebihnya aku tidak menginginkan yang lainnya..." jawab rahma padaku yang semakin membuat aku bingung....
Pendengar nurani yang baik
Hingga suatu hari datanglah seorang lelaki bersahaja kerumahku, dari penampilannya memang pria ini bukan dari kalangan orang kaya.., sebab pakaian yang dikenakannya hanya dari bahan sederhana, namun secara fisik lelaki ini berpenampilan bersih dan rapi, aku sendiri belum pernah melihat lelaki ini, baik dikampusnya Rahma maupun dikompleks ini, siapa dia yaa..?, dengan perasaan masih penuh Tanya kupersilahkan masuk pria bersahaja itu, kulihat didagunya tumbuh jenggot tipis yang menambah pancaran charisma pria tersebut, hingga bebera saat kemudian..
“Maaf, siapa ya..?, koq saya baru lihat…, anak baru ya dikompleks ini?” tanyaku
“I iya Om, saya baru 10 hari disini, silaturahim kerumah tante yg rumahnya berada diujung gang ini.., nama saya farhan”jawabnya sambil memperkenalkan diri.
“trus nak farhan ada perlu apa ya?, apa ada yang bias dibantu?” tanyaku lagi
“Hmm..begini pak, sebebarnya maksud kedatangan saya kesini adalah..untuk….untuk…melamar putrid bapak..”jawabnya lagi dengan sedikit terbata-bata.
“Melamar Putriku?, maksudnya Rahma?, apa kau mengenalnya?, ketemu dimana?, kamu teman kampusnya ya?” tanyaku dengan agak sedikit kaget pada pria itu
“Ooh..saya tidak mengenal putrid bapak..saya juga belum pernah mendengar apapun tentang keluarga ataupun putrid bapak…” ujarnya menyela
“trus, kalau belum pernah bertemu dan kenal dengan putriku, lantas kenapa kau berani melamarnya?, apa ini hanya guyonamu saja..?” ujarku menimpali seruan farhan dengan nada agak sedikit keras karena merasa bahwa dia sedang berguyonan saat itu.
“Ee..ee bukan bermaksud begitu pak, saya tidak ada maksud berguyon..saya sedang berkata2 serius saat ini..insya Allah ini tulus dari hati saya…” jawabnya lagi
“kau ini aneh.., tadi kau bilang belum pernah bertemu dan kenal dengan putriku, trus katanya mau melamar putriku.., kalau bukan berguyon lantas ini apa namanya..?, bagaimana kalau putriku jelek rupanya…?, kau mau ambil resiko untuk tetap menikahinya?!!” ujarku dengan nada yg lebih keras lagi..
“ee..maaf pak sebelumnya saya harap bapak tidak tersinggung dan emosi dengan niat saya ini tapi demi Allah saya tidak pernah ertemu dan mengenal putrid bapak, tapi niat untuk menikahinya juga bukanlah hal yang main2 pak…insya Allah saya serius.., adapun persoalan wajah putrid bapak yang cantik atau jelek itu adalah nomor sekian yang menjadi motifasi saya dating ketempat ini untuk melamar putrid bapak” jelasnya padaku dengan berusaha meredam emosiku
“Lalu, hal apa yang menjadi motifasi utamamu sampai begitu berani datang dan melamar putriku, hahh?”tanyaku lagi
“Insya Allah motifasi utama saya datang dan melamar putri bapak saat ini adalah Lillahi ta’alaa, , jujur selama 10 hari saya berada dikota ini, hampir setiap hari saya melihat putri bapak lewat didepan rumah tantenya saya tanpa ada mahrom yang menemaninya, dan dalam satu hari sampai beberapa kali saya melihatnya melewati rumah saya tanpa ada mahrom yang mendampinginya, baik anda sebagai bapaknya, saudara laki2nya atau suaminya.., maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud menceramahi bapak tetapi dalam aturan syariat ini tidak benarkan seorang wanita bepergian keluar rumah tanpa ada mahorm yang menemaninya, apalagi dalam sehari sampai beberap kali, dan hal ini yang menyebabkan keprihatinan saya sehingga saya datang dan menyampaikan niat baik ini, insya Allah kalau bapak berkenan, saya ingin menjadi mahromnya dan akan selalu menenmani dan mengantarnya kemana saja yang dia inginkan selama itu untuk ummat dan kebaikan, sehingga putri bapak akan terhindar dari fitnah dan tipu daya syetan karena telah ada mahrom yang mendmpinginya kemana saja..” ujar farhan dengan nada tegas dan bersahaja, sesaat aku terdiam menatap wajah pemuda ini sambil menelaah kalimat demi kalimat yang disampaikannya, sesaat akupun teringat permintaan putriku yang begitu merindukan calon pendamping hidup yang soleh untuk menjadi imamnya dan keluarganya, apakah pemuda ini adalah pria yg tepat untuknya? “tanyaku dalam hati
“Hmm..bila memang niatmu itu tulus.., berapa kemampuanmu dalam memberikan mahar dan uang nikah buat putriku?, asal kau tahu, rahma adalah gadis yang baik, insya Allah sholehah, cerdas dan masih banyak lagi kelebihan yang dia miliki…” ujarku mempresentasikan putriku dihadapan pria tersebut.
“Subhanallah.., saya bangga dengan putri bapak…, semoga Allah senantiasa meng-istiqamahkan beliau, akan tetapi begitu murahkah harga dari seorang yang berahlakq baik dan mulia seperti beliau?, sehingga bapak masih mengukur keberadaannya dengan materi dan nilai mata uang?, pak.., keimanan dan kesholehan seseorang itu sebenarnya tidak ternilai dengan bentuk materi apapun, bila putri bapak diibaratkan emas dan permata, maka ia adalah emas dan permata yang bersumber dari syurga, yang tidak bisa ternilai dengan jenis materi apapun yang ada didunia ini, jadi untuk semua itu.., bila bapak berkenan, maka sayapun ingin memberi mahar kepada putri bapak dengan mahar yang tidak ada niainya didunia ini…” terangnya lagi padaku
“Wahh…, maharnya apa nak..?, koq sampai tidak ternilai dengan materi apapun..?, pasti mahal harganya?” jawabku dengan penuh semangat
“Hmm.., insya Allah untuk seorang wanita solehah seperti putri bapak, saya ingin mempersembahkan keimanan dan ketaqwaan saya sebagai mahar untuknya meskipun sebagai manusia biasa saya sendiri tidak bisa mengukur kadar iman itu dalam diri ini, tapi insya Allah saya akan selalu berdiri tegak dijalan Rabbku hingga akhir hayat ini, selain itu juga saya ingin memberi sebuah cincin besi putih tua yang saat ini sedang melingkar dijari saya untuk beliau.., semoga bapak dan putri bapak berkenan.., hanya itu pak yang saya mampui..” ujar farhan dengan wajah menunduk sambil memperlihatkan cincin putihnya kepadaku, menyaksikan semua itu aku semakin terpaku..ada perasaan lain yang berkecamuk dalam hatiku, haruskah aku mengihlaskan putriku menikah dengan pria ini?, sementara pria ini bukanlah siapa2 dan tidak memiliki apa2 selain iman dan sebuah cincin tua yang melingkar dijarinya…akhirnya dengan berbagai pertimbangan, aku meminta pemuda itu untuk kembali satu pekan kemudian, sambil memberi alasan bahwa begitu dia datang lagi maka jawaban atas permintaannya tersebut sudah ada.
Pendengar Nurani yang budiman
Usai bertemu dengan farhan saat itu.., perasaanku semakin tidak menentu, aku tidak tahu apakah aku harus menuruti egoku dengan menolak pinangan itu atau tidak.., tetapi disisi lain putriku begitu mendamba hadirnya suami sholeh untuk menemaninya..ya Allah berikan jalan yang terbaik buat masalahku ini…
Pendengar, untuk pertama kalinya aku mengadu kepada Rabbku tentang masalah ini dan berharap apapun yang terjadi dengan keputusan yang aku ambil ada campur tangan Allah didalamnya.., hingga akhirnya kubulatkan tekadku untuk menerima lamaran pria bernama farhan itu untuk putriku. Waktu terus bergulir..akhirnya sepekan itu berlalu juga dan hari yang telah aku janjikan itu dating juga..disaat hati ini telah ikhlas menerima kehadiran farhan yang kunilai adalah pemuda biasa yang tidak punya apa2 selain keimanannya, ternyata Allah menunjukan sesuatu yang luar biasa padaku dihari itu, mana kala farhan berkunjung kerumah menagih janjiku dengan membawa orang tuanya, alangkah kaget dan takjubnya aku ketika tahu bahwa farhan adalah anak tunggal seorang pengusaha kaya dari Jakarta, dan pewaris tunggal dari perusahaan milik orang tuanya itu, dan kuatahu juga bahwa farhan adalah seorang ustdz yang telah menyelesaikan studinya di sebuah Universitas di timur tingah.., subhanallah..memang benar..ketika kita mengejar dunia, maka akhirat tidak akan ikut bersamanya, akan tetapi ketika kita mengejar akhirat maka duniapun akan secara otomatis ikut didalamnya..
Pendengar Nurani yang budiman
Akhirnya setelah melalui proses yang syar’I, resmi sudah putriku menjadi istrinya farhan..dan Alhamdulillah farhan menepati janjinya..kulihat ada raut kebahagiaan terpancar dari keluarga kecil mereka.., hanya doa yang bias aku ucapkan semoga mereka bahagia dunia dan akhirat.., aamiin…
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb
NB : Kisah ini kutulis sebagai bentuk ucapan terima kasih kepara Rabbku yang telah memberiku Hidayah-NYA hingga saat ini, dan kepada putriku juga menantuku yang Alhamdulillah dengan izin Allah melalui tangan merekalah hidayah ini menyapaku. Semoga bermanfaat..!!!
>FB Meli Kamelia<
BISMILLAH....
"untukmu yng kucintai"
Ketika Rasulullah berada di hadapan,
Ku pandangi pesonanya dari kaki hingga ujung kepala
Tahukah kalian apa yang terjelma?
Cinta!
(Abu Bakar Shiddiq RadhiyalLAHU 'anhu)
Gua Tsur.
Wajah Abu Bakar pucat pasi. Langkah kaki para pemuda Quraisy tidak lagi terdengar samar.
Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar.
“Wahai Rasul Allah, jika mereka melihat ke kaki-kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua”. Rasulullah memandang Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar “Janganlah engkau kira, kita hanya berdua.
Sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan maha, Allah”.
Sejenak ketenangan menyapa Abu Bakar. Sama sekali ia tidak mengkhawatirkan keselamatannya. Kematian baginya bukan apa-apa, ia hanya lelaki biasa. Sedang, untuk lelaki tampan yang kini dekat di sampingnya, keselamatan di atas mati dan hidupnya. Bagaimana semesta jadinya tanpa penerang. Bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama.
Bagaimana dunia tanpa benderang penyampai wahyu. Sungguh, ia tak gentar dengan tajam mata pedang para pemuda Quraisy, yang akan merobek lambung serta menumpahkan darahnya. Sungguh, ia tidak khawatir runcing anak panah yang akan menghunjam setiap jengkal tubuhnya. Ia hanya takut, Muhammad, ya Muhammad.. mereka membunuh Muhammad.
***
Berdua mereka berhadapan, dan mereka sepakat untuk bergantian berjaga. Dan keakraban mempesona itu bukan sebuah kebohongan. Abu Bakar memandang wajah syahdu di depannya dalam hening. Setiap guratan di wajah indah itu ia perhatikan seksama. Aduhai betapa ia mencintai putra Abdullah. Kelelahan yang mendera setelah berperjalanan jauh, seketika seperti ditelan kegelapan gua. Wajah di depannya yang saat itu berada nyata, meleburkan penat yang ia rasa. Hanya ada satu nama yang berdebur dalam dadanya. Cinta.
Sejeda kemudian, Muhammad melabuhkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar. Dan seperti anak kecil, Abu Bakar berenang dalam samudera kegembiraan yang sempurna. Tak ada yang dapat memesonakannya selama hidup kecuali saat kepala Nabi yang ummi berbantalkan kedua pahanya. Mata Rasulullah terpejam. Dengan hati-hati, seperti seorang ibu, telapak tangan Abu Bakar, mengusap peluh di kening Rasulullah. Masih dalam senyap, Abu Bakar terus terpesona dengan sosok cinta yang tengah beristirahat diam di pangkuannya. Sebuah asa mengalun dalam hatinya “Allah, betapa ingin hamba menikmati ini selamanya”.
Nafas harum itu terhembus satu-satu, menyapa wajah Abu Bakar yang sangat dekat. Abu Bakar tersenyum, sepenuh kalbu ia menatapnya lagi. Tak jenuh, tak bosan. Dan seketika wajahnya muram. Ia teringat perlakuan orang-orang Quraisy yang memburu purnama Madinah seperti memburu hewan buruan. Bagaimana mungkin mereka begitu keji mengganggu cucu Abdul Muthalib, yang begitu santun dan amanah. Mendung di wajah Abu bakar belum juga surut. Sebuah kuntum azzam memekar di kedalaman hatinya, begitu semerbak. “Selama hayat berada dalam raga, aku Abu Bakar, akan selalu berada di sampingmu, untuk membelamu dan tak akan membiarkan sesiapapun menganggumu”.
Sunyi tetap terasa. Gua itu begitu dingin dan remang-remang. Abu Bakar menyandarkan punggung di dinding gua. Rasulullah, masih saja mengalun dalam istirahatnya. Dan tiba-tiba saja, seekor ular mendesis-desis perlahan mendatangi kaki Abu Bakar yang terlentang. Abu Bakar menatapnya waspada, ingin sekali ia menarik kedua kakinya untuk menjauh dari hewan berbisa ini. Namun, keinginan itu dienyahkannya dari benak,tak ingin ia mengganggu tidur nyaman Rasulullah. Bagaimana mungkin, ia tega membangunkan kekasih itu.
Abu Bakar meringis, ketika ular itu menggigit pergelangan kakinya, tapi kakinya tetap saja tak bergerak sedikitpun. Dan ular itu pergi setelah beberapa lama. Dalam hening, sekujur tubuhnya terasa panas. Bisa ular segera menjalar cepat. Abu Bakar menangis diam-diam.
Rasa sakit itu tak dapat ditahan lagi. Tanpa sengaja, air matanya menetes mengenai pipi Rasulullah yang tengah berbaring. Abu Bakar menghentikan tangisannya, kekhawatirannya terbukti, Rasulullah terjaga dan menatapnya penuh rasa ingin tahu.
“Wahai hamba Allah, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini”
suara Rasulullah memenuhi udara Gua.
“Tentu saja tidak, saya ridha dan ikhlas mengikutimu kemana pun” potong Abu Bakar masih dalam kesakitan.
“Lalu mengapakah, engkau meluruhkan air mata?”
“Seekor ular, baru saja menggigit saya, wahai putra Abdullah, dan bisanya menjalar begitu cepat”
Rasulullah menatap Abu Bakar penuh keheranan, tak seberapa lama bibir manisnya bergerak
“Mengapa engkau tidak menghindarinya?”
“Saya khawatir membangunkan engkau dari lelap” jawab Abu Bakar sendu. Sebenarnya ia ini menyesal karena tidak dapat menahan air matanya hingga mengenai pipi Rasulullah dan membuatnya terjaga.
Saat itu air mata bukan milik Abu Bakar saja. Selanjutnya mata Al-Musthafa berkabut dan bening air mata tergenang di pelupuknya. Betapa indah sebuah ukhuwah.
“Sungguh bahagia, aku memiliki seorang seperti mu wahai putra Abu Quhafah. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi balasan”. Tanpa menunggu waktu, dengan penuh kasih sayang, Al-Musthafa meraih pergelangan kaki yang digigit ular. Dengan mengagungkan nama Allah pencipta semesta, Nabi mengusap bekas gigitan itu dengan ludahnya. Maha suci Allah,seketika rasa sakit itu tak lagi ada. Abu Bakar segera menarik kakinya karena malu. Nabi masih memandangnya sayang.
“Bagaimana mungkin, mereka para kafir tega menyakiti manusia indah seperti mu.
Bagaimana mungkin?” nyaring hati Abu Bakar kemudian.
Gua Tsur kembali ditelan senyap. Kini giliran Abu Bakar yang beristirahat dan Rasulullah berjaga. Dan, Abu Bakar menggeleng kuat-kuat ketika Rasulullah menawarkan pangkuannya.
Tak akan rela, dirinya membebani pangkuan penuh berkah itu.
***
Kita pasti tahu siapa Abu Bakar. Ia adalah lelaki pertama yang memeluk Islam dan juga salah satu sahabat terdekat Rasulullah. Dari lembar sejarah, kita kenang cinta Abu Bakar kepada Al- Musthafa menyemesta. Kisah tadi terjadi pada saat ia menemani Rasulullah berhijrah menuju Madinah dan harus menginap di Gua Tsur selama tiga malam. Menemani Nabi untuk berhijrah adalah perjalanan penuh rintang. Ia sungguh tahu akibat yang akan digenggamnya jika misi ini gagal. Namun karena cinta yang berkelindan di kedalaman hatinya begitu besar, Abu Bakar dengan sepenuh jiwa, raga dan harta, menemani sang Nabi pergi.
Dia terkenal karena teguh pendirian, berhati lembut, mempunyai iman yang kokoh dan bijaksana. Kekokohan imannya terlihat ketika Madinah kelabu karena satu kabar, Nabi yang Ummi telah kembali kepada Yang Maha Tinggi. Banyak manusia terlunta dan larut dalam lara yang sempurna. Bahkan Umar murka dan tidak mempercayai kenyataan yang ada. Saat itu Abu Bakar tampil mengingatkan seluruh sahabat dan menggaungkan satu khutbah yang mahsyur “Ketahuilah, siapa yang menyembah Muhammad, maka ia telah meninggal dunia.
Dan sesiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah tidak mati”.
Kepergian sang tercinta, tidak menyurutkan keimanan dalam dadanya. Ketiadaan Rasulullah, jua tak memadamkan gebyar semangat untuk terus menegakkan pilar-pilar Islam yang telah dipancangkan. Pada saat menjabat khalifah pertama, ia dengan gigih memerangi mereka yang enggan berzakat. Tidak sampai di situ munculnya beberapa orang yang mengaku sebagi nabi, sang khalifah juga berlaku sama yaitu mengirimkan pasukan untuk mengajak mereka kembali kepada kebenaran. Sesungguhnya pribadi Abu Bakar adalah lemah lembut, namun ketika kemungkaran berada dihadapannya, ia berlaku sangat tegas dalam memberantasnya.
Abu Bakar wafat pada usia 63 tahun, pada saat perang atas bangsa Romawi di Yarmuk berkecamuk dengan kemenangan di tangan Muslim. Sebelum wafat, ia menetapkan Umar sebagai penggantinya. Jenazahnya dikebumikan di sebelah manusia yang paling dicintainya, yaitu makam Rasulullah. Hidup Abu Bakar berhenti sampai di sana, namun selanjutnya manusia yang menurut Rasulullah menjadi salah seorang yang dijamin masuk surga, terus saja mengharumkan sejarah sampai detik sekarang. Ia mencintai Nabinya melebihi dirinya sendiri. Tidakkah itu mempesona?
Saudaraku..Demi ALLAH kuingin cinta kita seperti kisah sejarah yang abadi ini...karena-NYA pula kuucapkan..Sungguh kumencintaimu...
Diposkan oleh QURRATA A'YUN di 10:01:00 AM
~~Pilihan ALLAH adalah yang terbaik~~
Bismillahirrahmanirrahim..
DUhai Lelaki yang tidak ku pilih..
Aku tidak memilihmu bukan karena aku sudah baik tapi karena aku ingin menjadi baik...
Duhai Lelaki yang tidak ku terima ...
Bukan karena aku sudah hebat tapi karena aku ingin menjadi hebat...
Duhai Lelaki yang mencintaiku namun tidak kucintai...
Bukan karena aku sudah mulia tapi karena aku ingin mulia...
Duhai Lelaki..
Kamu baik.. Kamu sopan.. Kamu Bertanggung Jawab.. Kamu Seiman..
Kamu mencintaiku...
Namun tau kah engkau, bukan itu syarat utama untuk menjadi yang terpilih..
Bukan itu yang di utamakan untuk menjadi yang terunggul..
Agamamu... Akhlakmu.. Ketaqwaanmu pada-Nya.. itulah yang utama..
Jika hanya inginkan kebahagiaan dunia,, Sopanmu,Tanggung jawabmu,dan cintamu sudah cukup untuk ku jadikan alasan menerimamu...
Namun, apalah artinya kebahagiaan di dunia jika di akhirat aku tidak dapat bertemu dengan Wajah Rabb kita??? apalah artinya bahagia di dunia andai di akhirat aku tidak dapat mencium wangi Surga???
Maka dari itu duhai Lelaki yang hendak memilihku..Mari..Tata hidup kita dengan agama.. Isi hari kita dengan menimba ilmu..
Tingkatkan ketaqwaan kita setiap waktu...
Agar aku mempunyai keutamaan untuk kau pilih.. Dan tak ada alasan bagiku untuk tidak menerimamu...
Memilih dan Menerima Karena Allah .
Sebelum Engkau Halal BagiKu